Tautan-tautan Akses

Trump Intervensi untuk Pastikan Siswi Afghanistan Dapat Ikut Kontes Robotika


Anggota tim siswi robotika Afghanistan yang ditolak masuk ke AS untuk mengikuti kompetisi robotika berlatih dengan robot-robotnya di provinsi Herat, Afghanista, 4 Juli 2017 (foto: REUTERS/Mohammad Shoib)
Anggota tim siswi robotika Afghanistan yang ditolak masuk ke AS untuk mengikuti kompetisi robotika berlatih dengan robot-robotnya di provinsi Herat, Afghanista, 4 Juli 2017 (foto: REUTERS/Mohammad Shoib)

Presiden Donald Trump secara pribadi telah ikut campur tangan untuk mengizinkan siswi-siswi Afghanistan dapat hadir di Amerika Serikat untuk ikut serta dalam kompetisi robotika global.

Kedutaan Besar AS di Kabul telah menolak permohonan siswi-siswi tersebut awal bulan ini, untuk alasan yang tidak diketahui.

Namun demikian, kepala biro VOA untuk Gedung Putih, Steve Herman, melaporkan hari Rabu bahwa Trump memberi jaminan bagi siswi-siswi tersebut apa yang dikenal sebagai parole – yaitu keputusan yang membatalkan keputusan terdahulu yang mencegah mereka untuk memasuki AS – yang akan mengizinkan mereka untuk berkunjung ke Washington selama 20 hari.

Sebuah tim pelajar dari Gambia juga diberikan visa pekan lalu sebelum awalnya juga ditolak.

Mantan anggota parlemen di balik kontes

Ketua umum FIRST Global, yang mengorganisir kompetisi robotika tersebut, adalah mantan anggota kongres dari faksi Demokrat dan pensiunan Laksamana AL AS, Joe Sestak.

“Saya sungguh-sungguh percaya kekuatan terbesar kita adalah kekuatan bangsa-bangsa untuk menyuatukan warganya untuk mencapai tujuan bersama dan membuktikan bahwa kesamaan kita jauh melampaui perbedaan kita,” ujar Sestak.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri karena telah menyingkirkan hambatan bagi para siswa-siswi Afghanistan dan Gambia untuk berkunjung ke AS. Tim-tim dari keseluruhan 157 negara yang telah ikut serta dalam kompetisi sekarang akan mengambil bagian, imbuhnya.

Acara diselenggarakan setiap tahun

Kompetisi robotika yang berlangsung selama tiga hari akan dimuali hari Minggu di Washington.

FIRST Global Challenge menyelenggarakan kontes tahunan untuk membangun minat di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika di seluruh dunia.

Kelompok tersebut mengatakan fokus dari kompetisi ini adalah untuk menemukan pemecahan pada permasalahan-permasalah di bidang pasokan air, energi, kedokteran, dan produksi pangan. [ww]

XS
SM
MD
LG