Tautan-tautan Akses

AS

Trump Cela Mantan Penasihat Kebijakan Luar Negerinya


George Papadopoulos, penasihat kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump (foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump hari Selasa (31/10) merendahkan George Papadopoulos, yang pernah menjabat penasihat kebijakan luar negerinya, sehari setelah diungkapkan bahwa ia mengaku bersalah berbohong kepada agen-agen federal tetapi sejauh ini telah bekerja sama dengan penyelidik khusus Robert Mueller mengenai campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika.

Maret tahun lalu, Trump menggambarkan Papadopoulos, usia 30 tahun, sebagai konsultan energi dan minyak "yang hebat" dan satu dari lima orang yang ditunjuk Trump sebagai anggota tim kebijakan luar negerinya.

Namun, dalam komentarnya yang baru melalui Twitter dari Gedung Putih, Trump mengatakan, “Hampir tidak ada orang yang mengenal relawan muda tingkat rendah bernama George, yang sudah terbukti seorang pembohong. Lihat orang-orang Demokrat!.”

Trump mengatakan, “Sumber berita palsu sedang bekerja lembur,” yang merujuk pada liputan luas media berita utama Amerika mengenai pengakuan bersalah Papadopoulos awal Oktober dan dakwaan terhadap orang yang pernah sebentar ketua kampanye Trump, Paul Manafort dan rekannya Rick Gates. Mereka diselidiki atas tuduhan pencucian uang dan persekongkolan yang terkait dengan usaha lobi jutaan dolar mereka bagi mantan pemimpin Ukraina Viktor Yanukovich. Kampanye Trump tidak tersangkut dalam tuduhan terhadap Manafort dan Gates.

“Sebagaimana dikatakan oleh pengacara Paul Manafort, tidak ada kolusi antara staf Trump dan Rusia dan kejadian yang disebut dalam tuduhan terjadi lama sebelum ia turut dalam kampanye,” kata Trump melalui Twitter.

Ia menambahkan, “Saya harap orang akan mulai memusatkan perhatian pada pemotongan pajak besar-besaran kami bagi perusahaan dan golongan menengah, disamping korupsi Demokrat."

Dalam pernyataan yang mendasari pengakuan bersalah Papadopoulos, penyelidik khusus Mueller merinci beberapa email yang dikirim Papadopoulos ke pembantu tingkat tinggi Trump semasa puncak kampanye pemilu tentang upayanya mengadakan pertemuan antara kampanye Trump dan pejabat Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin. Pertemuan itu tidak pernah terwujud.

Pernyataan tersebut tidak menyebut nama pembantu Trump yang dikirimi email oleh Papadopoulos mengenai kontaknya di luar negeri yang melibatkan Rusia, tetapi harian The Washington Post mengidentifikasi Manafort, Gates, ketua dua kampanye nasional Sam Clovis, dan Corey Lewandowski, yang pernah menjabat ketua kampanye Trump, sebagai penerima email itu. Clovis menilai upaya Papadopoulos sebagai "pekerjaan bagus".

Dokumen tersebut juga menyebutkan, salah seorang kontak itu mengatakan kepada Papadopoulos pada April 2016 bahwa Rusia punya informasi yang mencemarkan calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton berupa "ribuan email". Mulai Juli 2016, WikiLeaks merilis ribuan email Komisi Nasional Demokratik, banyak di antaranya menunjukkan usaha “tidak terpuji” yang dilakukan pejabat Partai Demokrat di balik layar untuk membantu Clinton memenangkan nominasi partai. Clinton menuding kekalahannya antara lain akibat terungkapnya email-email itu.

Tuduhan pada hari Senin dan terungkapnya pengakuan bersalah Papadopoulos membuat Washington berspekulasi mengenai arah penyelidikan Mueller selanjutnya, tetapi kalangan pakar hukum memperkirakan akan ada lebih banyak dakwaan diajukan.

Komunitas intelijen Amerika menyimpulkan dalam laporan yang diumumkan Januari lalu bahwa Putin secara pribadi mengarahkan kampanye untuk merongrong demokrasi Amerika dan membantu Trump menang. Hari Selasa, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menolak tuduhan itu, dan mengatakan, tidak ada bukti campur tangan Rusia terhadap pemilihan presiden di Amerika maupun negara lain. [gp/ka]

XS
SM
MD
LG