Tautan-tautan Akses

Vietnam mengincar kesempatan untuk memulai kembali hubungan perdagangan dan keamanan yang berharga dengan Amerika, sementara mempertimbangkan pengaruh persuasif dari saingan lamanya, China, menyusul tawaran baru pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

Surat dari Presiden AS Donald Trump untuk Presiden Vietnam, Tran Dai Quang mengatakan bahwa lebih banyak kerjasama dua arah akan bisa meredakan kekhawatiran di Hanoi bahwa Amerika menghentikan dukungan untuk Vietnam, kata analis, meskipun kecil kemungkinan akan tercapai terobosan segera.

Belum ada komentar resmi AS tentang masalah tersebut.

Para pengamat percaya, Vietnam berharap, surat yang diungkapkan di media Vietnam pekan lalu itu, berarti Amerika pada akhirnya nanti akan menyetujui peningkatan perdagangan meskipun Trump menolak Kemitraan Trans-Pasifik, kesepakatan perdagangan 12 negara termasuk Vietnam.

Ini mungkin juga menandai bangkitnya kembali hubungan pertahanan yang dijalin di bawah mantan Presiden Obama sementara China memiliterisasi wilayah perairan yang diklaim oleh Hanoi.

“Saya pikir upaya Vietnam untuk menjaga keseimbangan multi-polar itu akan berantakan jika Trump hanya berurusan dengan China dan mengabaikan Asia Tenggara,” kata Carl Thayer, profesor kehormatan ilmu politik Universitas New South Wales di Australia.

Surat dari Trump dikirim setelah pembicaraan telepon bulan Desember antara Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc dan Trump sebelum ia menjabat sebagai presiden. Pada waktu itu Trump mengatakan, ia ingin memajukan hubungan dan kedua pihak mendiskusikan kemungkinan cara-cara untuk membangun hubungan perdagangan dan investasi. [ps/ds]

XS
SM
MD
LG