Tautan-tautan Akses

AS

Trump Bantah Tuduhan Pembantu Dekatnya Miliki Hubungan Dekat dengan Rusia


Presiden AS Donald Trump hari Rabu (15/2) membela penasihat keamanan nasional yang sudah dipecatnya – Michael Flynn (kanan).

Presiden Amerika Donald Trump membantah tuduhan-tuduhan bahwa penasihat kampanye dan pembantu dekatnya memiliki hubungan dekat dengan Rusia. Trump hari Rabu (15/2) membela penasihat keamanan nasional yang sudah dipecatnya – Michael Flynn – dan menilai hubungan Flynn dengan pejabat-pejabat Rusia itu menjadi kontroversi karena apa yang disebutnya sebagai “bocoran informasi ilegal”.

Presiden Donald Trump hari Rabu (15/2) menyalahkan media dan komunitas inteljen terhadap terjungkalnya Flynn dari kabinet.

“Saya kira apa yang terjadi pada Jendral Flynn sangat tidak adil, perlakuan terhadapnya dan dokumen yang didapat semuanya illegal. Saya menegaskan itu dibocorkan secara illegal. Sangat tidak adil”.

Pemerintah Trump juga harus menjawab laporan baru tentang rekaman pembicaraan telfon yang katanya mengungkap berbagai kontak yang dilakukan pejabat-pejabat tim kampanye Trump dengan Kremlin.

Juru bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov juga membantah adanya pembicaraan semacam itu.

“Ini hanya laporan- laporan suratkabar yang tidak berdasar pada fakta apapun, tidak merujuk pada fakta yang benar terjadi,” sanggahnya.

Sejumlah tokoh Partai Republik dan Partai Demokrat sepakat untuk melakukan penyelidikan di tingkat kongres terhadap keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika dan isi pembicaraan antara pejabat-pejabat Amerika dan Rusia. Tetapi analis politik Klaus Larres mengatakan anggota-anggota faksi Republik di Kongres akan memastikan bahwa penyelidikan itu tidak merugikan Presiden Trump.

Larres menambahkan komisi independen yang bipartisan lebih memiliki kekuasaan untuk melangsungkan penyelidikan menyeluruh.

“Sebuah komisi independen memiliki kekuasaan yang sangat jauh berbeda dan tentu saja lebih berbahaya bagi Presiden Trump. Pembentukan sebuah komisi independen mengingatkan kita pada Presiden Richard Nixon dan skandal Watergate,” katanya.

Seorang pejabat Gedung Putih hari Rabu menuduh Rusia melanggar perjanjian rudal, yang dilihat oleh banyak pihak sebagai upaya Russia menguji keberanian Trump. Larres mengatakan kesimpulan semacam ini terlalu prematur.

“Pada satu hal, Trump benar: kita perlu terlibat dengan Rusia dan Presiden Putin, tetapi ini tergantung pada bagaimana keterlibatan kita dengan Putin dan apa yang siap dilakukan Amerika untuk itu,” tambah Larres.

Untuk pertama kali sejak Presiden Trump berkuasa, pejabat-pejabat Amerika dan Rusia hari Kamis (16/2) mengadakan pertemuan di Jerman dan Azerbaijan. [em/ii]

XS
SM
MD
LG