Tautan-tautan Akses

TPNPB-OPM Mengaku Bertanggung Jawab atas Penembakan di Bewani Papua


Tentara Indonesia berpatroli di Waris, Keerom, provinsi Papua, perbatasan Papua Nugini dan Indonesia, 17 Maret 2016. (Foto: dok).

Satu prajurit TNI gugur dan satu lainnya menderita luka tembak ketika terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. 

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas penembakan yang menyebabkan tewasnya satu personil TNI di Bewani, perbatasan Indonesia-Papua Nugini, hari Senin (30/12). Satu prajurit lainnya menderita luka tembak. Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengonfirmasi penyerangan tersebut dilakukan pihaknya di bawah pimpinan Orelek Jikwanak.

Personil TNI yang tewas itu diidentifikasi sebagai Serda Miftachur Rohmat. Sementara yang luka diketahui bernama Prada Juwandhy Ramadhan.

"Markas besar TPNPB-OPM yaitu markas Victoria, di bawah pimpinan Panglima Mayjen Orelek Jikwanak bertanggung jawab atas pengadangan dan penembakan terhadap dua anggota TNI di Bewani," kata Sebby dalam keterangan tertulisnya kepada VOA, Senin (30/12).

"Penyerangan ini merupakan wujud dari perang pembebasan nasional untuk kemerdekaan Papua Barat," tambahnya.

Masih kata Sebby, TPNPB-OPM secara resmi telah menyampaikan bahwa perang pembebasan nasional untuk kemerdekaan Papua Barat akan berlaku di seluruh teritorial Papua dari Sorong hingga Merauke.

"Hal ini harus terjadi karena OPM dan sayap militernya TPNPB sedang berjuang hanya untuk memperoleh hak kemerdekaan penuh dari tangan Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan saat ini almarhum Serda Miftachur Rohmat disemayamkan di Komando Resort Militer 172/Praja Wira Yakthi, Abepura, Jayapura.

"Sementara Prada Juwandhy Ramadhan masih dalam perawatan medis dirawat di Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura," ucapnya saat dihubungi VOA.

Seperti diketahui dalam penembakan tersebut dua anggota TNI turut menjadi korban, satu meninggal dunia, dan seorang luka-luka. Kontak senjata antara prajurit TNI dengan kelompok bersenjata berawal saat anggota TNI akan mengambil logistik di Pos Kali Asin, Senin (30/12).

Kemudian pada pukul 10.30 WIT, sekitar lima kilometer dari pos itu terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata selama 15 menit yang mengakibatkan dua orang personil terkena tembakan di antaranya Serda Miftachur Rohmat mengalami luka tembak pada bahu kiri depan menembus belakang perut. Sementara Prada Juwandhy Ramadhan luka tembak pada pelipis kanan dan pinggang kiri. [aa/em]

Lihat komentar (2)

Recommended

XS
SM
MD
LG