Tautan-tautan Akses

Toyota Investasi $500 Juta di Uber


Pemandangan luar kantor pusat Uber di San Francisco, 1 Maret 2017.

Toyota akan menanamkan investasi $500 juta di perusahaan layanan taksi online, Uber, sebagai bagian dari kesepakatan kedua perusahaan untuk bekerja sama mengembangkan kendaraan swa kemudi.

Toyota, salah satu pembuat mobil terbesar di dunia, dianggap tertinggal dari perusahaan lain, termasuk General Motors dan Google Waymo, dalam persaingan kendaraan swa kemudi.

Uber sebelumnya sudah menguji coba kendaraan swa kemudi. Tetapi pada Maret lalu terpaksa menarik kendaraan buatannya dari pasaran, setelah salah satu kendaraan uji cobanya menghantam dan menewaskan pejalan kaki di Tempe, Arizona.

Kesepakatan antara Uber dan Toyota merupakan indikasi Uber tidak ingin menciptakan sistem penggerak swa kemudi yang rumit, sendirian.

Mobil swa kemudi tetap penting bagi Uber, yang menganggapnya sebagai cara penghematan biaya saat melayani penumpang. Mantan CEO Uber Travis Kalanick bersikeras mengembangkan sistem swa kemudi sendiri, namun CEO Uber saat ini, Dara Khosrowshahi, sudah mengupayakan kemitraan yang lebih banyak untuk perusahaan itu.

Uber sudah melakukan evaluasi keselamatan sejak kecelakaan Maret yang menewaskan seorang perempuan berusia 49 tahun, ketika ia mendorong sepedanya menyeberang jalan. Juli, Uber meluncurkan kembali uji coba kendaraannya di Pittsburgh dan menjalankan mobil-mobil swa kemudinya secara manual.

Toyota berhati-hati dalam pendekatannya pada kendaraan swa kemudi dan memusatkan perhatian pada sistem swa kemudi sebagian. Namun, perusahaan itu berencana untuk mulai menguji coba mobil listrik swa kemudi sekitar 2020.

Kedua perusahaan bekerja sama untuk mengatasi tantangan besar bagaimana merancang dan memproduksi mobil swa kemudi secara massal, yang menggunakan komputer, kamera, dan sensor untuk mengarahkan kendaraan. [my]

Recommended

XS
SM
MD
LG