Tautan-tautan Akses

Tolak Bantuan untuk Amazon, Brazil Tuntut Perancis Minta Maaf


Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) dan Presiden Brazil Jair Bolsonaro dalam KTT G20 di Osaka, Jepang 28 Juni 2019 lalu (foto: dok).

Presiden Brazil Jair Bolsonaro hari Selasa (27/8) mengatakan negaranya hanya akan menerima tawaran bantuan internasional untuk mengatasi kebakaran hutan Amazon, jika Presiden Perancis Emmanuel Macron menarik komentar yang dinilainya menghina.

Bolsonaro mengatakan Macron menyebutnya pembohong dan ia menuduh Presiden Perancis itu mempertanyakan kedaulatan Brazil di tengah ketegangan terkait kebakaran yang melanda wilayah hutan Amazon.

Macron harus menarik beberapa komentarnya “dan baru kita bisa berbicara,'' ujar Presiden Brazil Jair Bolsonaro. Ia mengatakan hal itu sehari setelah negara-negara Kelompok Tujuh (G7) menjanjikan 20 juta dolar untuk membantu mengatasi kebakaran di Amazon dan melindungi hutan tropis itu. Bantuan itu di luar bantuan 12 juta dolar dari Inggris dan 11 juta dolar dari Kanada.

Macron, yang mempertanyakan Bolsonaro sebagai orang yang bisa dipercaya dan bisa memegang komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati, mengabaikan penghinaan presiden Brazil itu. Pemimpin Perancis itu mengatakan dalam pidato hari Selasa bahwa interpretasi Bolsonaro itu “salah.''

Macron mengatakan, uang itu tidak hanya ditujukan ke Brazil tetapi ke sembilan negara di wilayah Amazon, termasuk Kolombia dan Bolivia. Perancis juga menganggap diri sebagai negara Amazon karena adanya Guyana Perancis, wilayahnya di luar negeri.

Dalam beberapa hari ini, Macron dan Bolsonaro berselisih lewat media sosial.

Dilengkapi selang yang terhubung ke ransel karet, petugas pemadam kebakaran Brazil di Amazon hari Senin meluncur dengan truk di jalan tanah menuju kepulan asap setelah pemantau dalam helikopter militer mengarahkan mereka ke api yang menyebar cepat.

Asap yang menyelimuti daerah dekat hutan nasional Jacunda, wilayah Amazon di negara bagian Rondonia, disaksikan oleh tim kantor berita Associated Press, menunjukkan besarnya tantangan yang menghadang: memadamkan banyak titip api dan melindungi, dalam jangka panjang, wilayah luas yang digambarkan para pemimpin dunia sebagai hal yang penting bagi kesehatan Bumi.

Lembaga Penelitian Antariksa Nasional Brazil, yang memantau penggundulan hutan, mencatat bahwa jumlah kebakaran naik 85 % menjadi lebih dari 77 ribu titik api pada tahun lalu, tertinggi sejak lembaga itu mulai melakukan pencatatan pada tahun 2013. Sekitar separuh dari kebakaran itu terjadi di wilayah Amazon, sebagian besar hanya dalam sebulan terakhir.

Janji bantuan internasional itu disampaikan meskipun Bolsonaro menuduh negara-negara kaya memperlakukan wilayah itu seperti “jajahan.'' Presiden Brazil itu mengatakan, Barat hendak mengeksploitasi sumber daya alam negaranya.

Tetapi dana itu, yang secara luas dianggap sebagai dukungan yang penting, relatif sedikit untuk menangani krisis lingkungan yang mengancam apa yang disebut Macron sebagai "paru-paru Bumi."(ka/ii)

Recommended

XS
SM
MD
LG