Tautan-tautan Akses

Terowongan Angin Ukur Kekuatan Angin untuk Antisipasi Musim Badai


Universitas Maryland gunakan terowongan angin untuk ukur kekuatan angin untuk antisipasi musim badai.

Musim badai di Lautan Atlantik tahun 2017 telah dimulai. Lembaga Kelautan dan Atmosfir Nasional mengatakan ada 45 persen kemungkinan bahwa musim badan tahun ini akan lebih buruk dari yang biasanya. Kira-kira empat badai besar telah diperkirakan akan terjadi.

Sebuah terowongan angin yang terdapat di Universitas Maryland digunakan untuk mengukur kekuatan angin dan cara-cara terbaru memperkirakan keadaan cuaca.

Untuk merasakan dampak kekuatan hembusan angin badai atau topan yang berkecepatan sampai 120 km per jam, seorang kelinci percobaan berdiri dalam sebuah terowongan sempit bergaris tengah 3, 5 meter dan pinggangnya diikatkan ke lantai sambil baling-baling udara yang besar menciptakan dorongan atau hembusan angin yang terus semakin kuat dari arah depan.

Jewel Barlow, kepala proyek terowongan angin itu mengatakan, “Terowongan ini lebih besar dari pada kebanyakan terowongan yang digunakan untuk mempelajari kekuatan angin.Tapi kami sedang membangun terowongan angin yang lebih besar untuk mempelajari dampak hembusan angin kuat pada mobil dan pesawat terbang.”

Angin keras itu dihasilkan oleh sebuah baling-baling besar yang berasal dari pesawat pembom B-29 yang banyak dipakai dalam masa Perang Dunia kedua.

Terowongan angin sangat berguna untuk mempelajari dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh kekuatan angin, kendati kini lebih banyak digunakan simulasi dengan menggunakan komputer dan perangkat lunak.

Penyelidikan model baru itu diadakan oleh para pakar di Lembaga Kelautan dan Atmosfir Nasional atau NOAA, pimpinan William Miller dari Universitas Maryland.

“Tahun ini, kami telah mengeluarkan ramalan tingginya ombak yang disebabkan oleh angin topan. Kami menggunakan komputer untuk memperkirakan hal yang diakibatkan hembusan topan, yang seringkali menimbulkan kerusakan harta benda dan kematian.”

Setelah mengalami sendiri kekuatan angin dalam terowongan angin ini, Miller bisa merasakan betapa kuatnya angin topan atau badai itu, yang bisa dipelajari dengan menggunakan rumus-rumus ilmu fisika dan simulasi komputer.

Miller mengatakan, peramalan badai dan pergerakannya di kawasan yang luas kini telah semakin baik sehingga warga bisa menyiapkan diri sebelum topan atau badai itu tiba. [ii]

XS
SM
MD
LG