Tautan-tautan Akses

Terjebak di Cape Town, Wisatawan AS Bantu Warga Setempat Atasi Dampak Pandemi


Sebuah patung kerbau terlihat menggunakan masker di Easigrass di Cape Town, Afrika Selatan, 21 Mei 2020. Cape Town telah menjadi pusat penyebaran virus corona di Afrika Selatan. (Foto: AP)

Seorang wisatawan Amerika dan seorang pegiat di Cape Town bermitra untuk membantu dampak pandemi di salah satu kota terbesar di Afrika Selatan itu.

Sejak 1 Juni, Afrika Selatan telah melonggarkan peraturan pembatasan yang dulunya merupakan salah satu karantina wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang terketat di dunia. Ketika pembatasan tersebut diberlakukan pada akhir Maret, banyak wisatawan asing terjebak di sana, tidak bisa pulang. Seorang wisatawan Amerika kemudian mengubah maksud wisatanya dengan melakukan pekerjaan yang berharga bagi warga kota setempat.

Anak-anak di distrik Khayelitsha kota Cape Town itu bisa mendapat masker buatan sendiri secara gratis, berkat kemitraan unik antara seorang aktivis lokal dan seorang wisatawan Amerika yang tidak bisa pulang.

“Saya percaya bahwa setiap orang yang bepergian, selalu ingin bertemu dengan penduduk setempat. Jadi, saya berperan dalam cara saya menghubungkan wisatawan dengan penduduk setempat," kata pemandu wisata seni Juma Mkwela.

Juma Mkwela memulai "wisata sosial" bagi wisatawan internasional untuk membantu penduduk yang kurang mampu dengan memberikan bantuan makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Seorang turis Amerika, Paulina Migalska adalah klien terakhir Mkwela sebelum karantina wilayah diterapkan di kota itu.

Paulina mengatakan: "Saya teringat dengan Juma, kemudian saya mengirim SMS kepadanya dan menanyakan bagaimana jika saya mulai menjahit masker wajah, apakah ini akan membantu?. Ia menjawab, tentu saja!.”

Sebuah pantai di Muizenberg, Cape Town, Afrika Selatan, Selasa 16 Juni 2020. (Foto: AP)
Sebuah pantai di Muizenberg, Cape Town, Afrika Selatan, Selasa 16 Juni 2020. (Foto: AP)

Migalska menghabiskan hari terakhir sebelum diberlakukan lockdown, dengan membeli kain dan mencari mesin jahit.

Paulina menambahkan, "Pada dasarnya secara bersama-sama, kami telah membagikan lebih dari 300 masker, separuhnya disumbangkan oleh "Sexy Socks” – sebuah perusahaan yang bergerak di bidang sosial di kota itu."

Perusahaan itu biasanya membagikan sepasang kaus kaki kepada anak yang membutuhkan, tetapi pada masa pandemi ini mereka membagikan masker, berkat bantuan Migalska dan Mkwela. [ps/pp]

XS
SM
MD
LG