Tautan-tautan Akses

Terapkan Hukum Islam Terkait LGBT, George Clooney Serukan Boikot Hotel Milik Sultan Brunei


Bintang film dan aktivis George Clooney (foto: dok).

Bintang film dan aktivis George Clooney hari Jumat (29/3) menyerukan pemboikotan terhadap sembilan hotel di Amerika dan Eropa yang terkait dengan Sultan Brunei Darussalam, setelah negara itu mulai bulan depan akan memberlakukan hukum rajam dan/atau cambuk bagi mereka yang melakukan hubungan seksual sesama jenis dan berzina.

Aktor Hollywood itu menulis di situs hiburan Deadline Hollywood “apakah kita masih akan membantu mendanai pembunuhan warga tidak berdosa?” Ditambahkannya “kita tidak dapat mempermalukan rejim pembunuh, tetapi dapat mempermalukan bank, pemodal dan lembaga yang berbisnis dengan mereka.”

Sultan Hassanal Bolkiah yang memerintah di negara kerajaan yang kaya minyak dengan wewenang eksekutif penuh, sedianya menerapkan hukuman itu pada tahun 2014, namun menangguhkannya setelah dikecam luas dunia internasional.

Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah dan istrinya Ratu Saleha
Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah dan istrinya Ratu Saleha

Associated Press melaporkan sembilan hotel di Amerika dan Eropa milik Sultan Bolkiah itu dikelola oleh Brunei Investment Agency. Hotel-hotel tersebut adalah The Dorchester dan Coworth Park di Inggris, Beverly Hills Hotel dan Hotel Bel-Air di Los Angeles, Le Meurice dan Hotel Plaza Athenee di Paris, Hotel Eden di Roma dan Hotel Principe di Savoia, Milan.

Dalam artikel opini itu, George Clooney menulis “setiap kita bermalam, atau mengadakan pertemuan, atau makan malam di salah satu dari sembilan hotel ini, kita memberikan uang secara langsung ke kantung orang-orang yang memilih untuk melakukan hukum rajam dan cambuk sampai mati terhadap warga negaranya sendiri karena mereka gay atau dituduh berzina.”

Bintang Film & Politisi Amerika Kritisi Aturan Hukum Baru di Brunei

Sehari sebelumnya sutradara, penulis, produser film televisi dan aktivis LGBT Dustin Lance Black juga mengecam keputusan Brunei Darussalam dan mencuit ‘’jika Anda tetap menginap atau sering menginap di Beverly Hills Hotel, berarti Anda ikut bersalah karena mendukung keuangan para pembunuh ini,’’ dan menampilkan laporan tentang pemberlakuan hukuman rajam dan cambuk itu, disertai tagar #BoycottBrunei.

Mantan Wakil Presiden Joe Biden juga angkat bicara dengan mencuit di Twitter “menjatuhkan hukum rajam hingga mati bagi homoseksualitas atau perzinaan adalah hal yang mengerikan dan tidak bermoral. Setiap orang di bumi berhak diperlakukan secara bermartabat dan hidup tanpa rasa takut. Tidak ada alasan – bukan budaya, bukan tradisi – bagi kebencian dan perlakuan tidak manusiawi semacam ini.”

Inggris & Uni Eropa Cermati Perkembangan di Brunei

Reuters melaporkan pemerintah Inggris dan sejumlah politisi Uni Eropa hari Jum’at juga menyerukan Brunei Darussalam untuk membatalkan rencana pemberlakuan hukuman itu mulai 3 April mendatang.

“Menteri Urusan Asia dan Komisioner Tinggi telah menyampaikan keprihatinan secara langsung,” ujar juru bicara kantor urusan luar negeri pemerintah Inggris dalam email kepada Reuters hari Jumat. “Hukuman fisik dan hukuman mati bertentangan dengan nilai-nilai kami.”

Sejumlah politisi Uni Eropa juga menyerukan Brunei untuk mencabut aturan itu. Ketua Parlemen Eropa Sub Komite HAM Antonio Panzeri mengatakan Brunei seharusnya ‘’menerapkan hukum pidana yang sesuai dengan kewajiban hak asasi.’’ Ditambahkan ‘’pada dasarnya orientasi seksual dan identitas gender adalah pilihan individu, yang seharusnya dalam keadaan apapun tidak dikenakan hukuman, kodifikasi hukum atau praktik diskriminatif,’’ ujar Panzeri.

The European Parliament’s Intergroup on LGBTI Rights akan mengirim surat kepada Sultan Brunei hari Senin (1/4) mendatang, demikian ujar sekretaris badan itu, Juliette Sanchez-Lambert kepada Reuters.

Dalam hukum pidana yang berlaku saat ini, hubungan seksual sesama jenis sebenarnya sudah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Juru bicara Dorchester Collection di Inggris kepada Reuters mengatakan kelompok hotel itu “mendukung nilai-nilai dan keragaman budaya tamu dan karyawan hotel kami,” dan menambahkan “keterbukaan dan keragaman tetap menjadi keyakinan utama kami karena kami tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi.”

Beberapa orang melakukan protes di luar Beverly Hills Hotel yang dimiliki Sultan Brunei di Beverly Hills, California, AS 5 Mei 2014 (foto: dok).
Beberapa orang melakukan protes di luar Beverly Hills Hotel yang dimiliki Sultan Brunei di Beverly Hills, California, AS 5 Mei 2014 (foto: dok).

Pemboikotan Sudah Pernah Diserukan Tahun 2014 Lalu

Ajakan pemboikotan ini bukan yang pertama dilakukan terhadap hotel-hotel mewah milik Kerajaan Brunei Darussalam. Sebelumnya pada tahun 2014, Opray Winfrey dan Ellen DeGeneres juga mendukung langkah pemboikotan setelah otorita berwenang di Brunei mengambil tindakan keras terhadap perilaku gay dan lesbian.

Kini Amerika dan Inggris memperbarui nasehat perjalanan kepada warga yang ingin melakukan perjalanan ke Brunei Darussalam. (em)

Lihat komentar (10)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG