Tautan-tautan Akses

China Upayakan Persetujuan Energi dengan Brunei


Presiden China Xi Jinping (tengah) dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah (kanan) serta Putra Mahkota Al-Muhtadee Billah dalam acara jamuan makan siang di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, Brunei, 19 November 2018 lalu.

Brunei sebuah negara kaya minyak di Asia Tenggara, menyaksikan dengan kecemasan saat harga minyak turun dari 2014 sampai 2016. Cadangan devisanya habis, dan sumber pendapatannya selama 80 tahun dipertaruhkan. Negara kecil namun kaya itu kemudian mencari sumber-sumber pendapatan lain. China kemudian menawarkan kerjasama, karena China juga akan diuntungkan dari segi politik.

Presiden China Xi Jin-ping sepakat untuk mendukung eksplorasi bersama dengan Brunei untuk mencari minyak dan gas alam, di sebuah blok persegi empat di Laut China Selatan yang memanjang dari pesisir Brunei. Itu ada di dalam zona ekonomi eksklusif Brunei, tetapi menurut China beberapa bagian adalah bagian dari China.

Sebuah persetujuan akan membantu Beijing memperagakan kepada Malaysia, Filipina, dan Vietnam, bahwa hubungan baik dengan China menguntungkan meskipun ada pertikaian kedaulatan.

“China mengatakan, kami menggalakkan pembangunan bersama, kami bersedia bekerja sama, ini merupakan solusi menang-menang untuk semua pihak,” kata Carl Thayer, profesor emiritus dari University of New South Wales di Australia.

China dihadapkan pada risiko tekanan lebih besar dari sebuah persekutuan yang melibatkan Australia, India, Jepang, dan Amerika. Negara-negara itu sebagai kesatuan lebih kuat dibandingkan China, dan ingin Beijing menghentikan perluasan kendalinya di samudra yang dipertikaikan itu. [jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG