Tautan-tautan Akses

Tenggat Kian Dekat, Isu Imigrasi Tak Kunjung Disepakati


Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan Pidato Kenegaraan State of the Union di hadapan para anggota Kongres Amerika Serikat di Gedung Capitol, Washington DC, 30 Januari 2018. (Foto: dok).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan Pidato Kenegaraan State of the Union di hadapan para anggota Kongres Amerika Serikat di Gedung Capitol, Washington DC, 30 Januari 2018. (Foto: dok).

Dalam pidato kenegaraan pertamanya, Presiden Donald Trump mengatakan kepada Kongres, kini tiba saatnya untuk membawa kebijakan imigrasi AS ke abad ke-21. Namun rencana empat pilarnya, yang mencakup pendanaan tembok perbatasan dan jalur menuju kewarganegaraan bagi 1,8 juta imigran muda ilegal, mengundang kecaman dari kubu Demokrat dan kubu Republik. Reporter VOA Katherine Gypson melaporkan mengenai peluang Trump mencapai kesepakatan ketika Kongres kembali bekerja pekan depan.

Tembok perbatasan, yang dulunya isu paling besar yang memecah fraksi Demokrat dan fraksi Republik, kini menjadi hal yang paling tidak mengkhawatirkan para legislator ketika mereka merundingkan perubahan-perubahan signifikan terhadap sistem imigrasi legal AS.

Presiden jelas mengenai prioritasnya. “Kewajiban saya, kewajiban suci setiap anggota Kongres, adalah membela rakyat Amerika: melindungi keamanan mereka, keluarga mereka, komunitas mereka, hak mereka untuk mewujudkan mimpi Amerika. Karena rakyat Amerika adalah juga pemimpi,” jelasnya.

Ketika mengatakan pemimpi atau dreamer, Trump merujuk pada istilah yang digunakan untuk menggambarkan imigran ilegal yang datang ke AS sewaktu masih anak-anak. Fraksi Demokrat sendiri jelas-jelas menegaskan, mereka ingin memperjuangkan keinginan para pemimpi itu atau the Dreamers.

Ketika menyampaikan pidato tanggapan Partai Demokrat, anggota DPR Joe Kennedy mengatakan, “Kepada para Dreamer yang menyaksikan pidato saya malam ini, saya mengatakan begini: Kalian adalah bagian dari kisah kami. Kami akan memperjuangkan kalian. Kami tidak akan mengabaikan kalian.”

Fraksi Demokrat mengecam rencana Trump menghentikan secara permanen program lotere kartu hijau dan imigrasi berantai atau imigrasi berbasis hubungan keluarga.

“Amerika Serikat menjadi negara paling kuat dan berpengaruh di dunia karena memberlakukan kebijakan-kebijakan imigrasi itu. Dan sebagian alasan mengapa kita membolehkan orang-orang mengajukan petisi untuk membawa anggota keluarga mereka adalah karena anggota-anggota keluarga itu dekat dengan mereka sehingga memungkinkan mereka lebih berhasil dalam kehidupan dan lebih tidak mungkin bergantung pada bantuan pemerintah,” kata Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Joacquin Castro.

Cuitan-cuitan Trump dan pandangannya yang sulit diprediksi, menyulitkan fraksi Demokrat yang ingin membuat kesepakatan.

Senator Demokrat Ben Cardin mengungkapkan, "Lagi-lagi kita menyaksikan apa yang kita dengar dari dia pada suatu malam agak berbeda dengan apa terungkap dalam cuitannya di Twitter pada keesokan harinya. Kalau saja presiden membiarkan kita bekerja sebagaimana mestinya di Senat Amerika, saya yakin kita akan menghasilkan sebuah gagasan bipartisan.”

Di kubu Republik, para anggotanya yang lebih konservatif tidak ingin memberikan status kewarganegaraan bagi para Dreamer.

Anggota DPR dari Fraksi Republik, Steve King, mengatakan, “Aturan hukum tidak untuk dirundingkan. Kita tidak boleh memberikan pengampunan kepada para pelanggar undang-undang imigrasi, apalagi memberi mereka imbalan yang menjadi target kejahatan mereka.”

Sikap itu ditolak oleh para anggota fraksi Republik yang moderat yang ingin menyelesaikan masalah yang menyangkut para Dreamer.

Senator Republik Jeff Flake menyatakan, “Jalur menuju kewarganegaraan bagi 1,8 juta imigran, itu hal positif. Keamanan perbatasan memang diperlukan. Soal lotere kartu hijau, hapuskan saja. Soal imigrasi berantai, itu akan memperluas pembicaraan dan mempersulit pencapaian kesepakatan.”

Presiden Donald Trump sendiri mengakui akan adanya kesulitan dalam mencapai kesepakatan. “Sebuah kompromi yang adil tercapai ketika tidak semua pihak mendapatkan semua yang diinginkan, ketika negara kita mewujudkan reformasi penting yang diperlukan,” imbuhnya.

Para legislator berharap usaha untuk mewujudkan reformasi itu akan mengalami kemajuan menjelang tenggat pendanaan operasi pemerintah berikutnya. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG