Tautan-tautan Akses

AS

Gedung Putih Ajukan Dana Besar untuk Pembangunan Tembok Perbatasan


Salah satu sudut halaman Gedung Putih di Washington DC, 8 November 2016. (Foto: dok).

Gedung Putih hari Kamis (25/1) melansir rincian mengenai apa yang disebut sebagai kerangka kerja kompromi mengenai imigrasi, untuk diputuskan apakah akan diterima atau ditolak oleh para legislator.

Bagi 1,8 juta imigran muda yang tinggal di Amerika Serikat yang dikenal sebagai Dreamer, yang dibawa ke Amerika ketika masih anak-anak, akan ada jalur panjang untuk menjadi warga negara yang disertai dengan berbagai persyaratan.

Bagi mereka yang diperbolehkan tinggal di Amerika berdasarkan program DACA yang melindungi mereka dari deportasi, serta yang lainnya yang memenuhi kriteria yang sama, akan ada periode waktu 10 hingga 12 tahun untuk menjadi warga negara dengan persyaratan terkait pekerjaan, pendidikan serta karakter moral yang baik.

Presiden Donald Trump, yang mengemukakan sekilas usulan tersebut sehari sebelumnya, mengatakan kepada para wartawan agar mereka memberitahu para Dreamer untuk tidak usah khawatir.

Kerangka Kerja Imigrasi dan Keamanan Perbatasan Gedung Putih mendadak dirilis oleh pemerintahan Trump empat hari lebih awal daripada yang dijadwalkan.

Unsur lain yang akan dicermati adalah biaya dari apa yang menjadi janji inti kampanye kepresidenan Trump, yakni dana 25 miliar dolar untuk membangun tembok di sepanjang perbatasannya dengan Meksiko, meskipun dana tersebut juga akan mencakup untuk pelabuhan-pelabuhan keluar-masuk dan berbagai perbaikan lainnya di perbatasan utara Amerika dengan Kanada.

Migrasi berantai, di mana imigran dapat mensponsori kerabat yang kemudian menjadi sponsor kerabat lainnya akan dipangkas menjadi hanya berlaku untuk suami atau istri serta anak-anak di bawah umur dari warganegara atau mereka yang memiliki izin menetap resmi.

Pemerintahan Trump juga menyerukan diakhirinya sistem lotere visa untuk beberapa negara.

Seorang pejabat senior pemerintah menyatakan itu adalah kebijakan yang sangat longgar.

Seorang pejabat yang berbicara kepada wartawan hari Kamis mengatakan, usulan itu akan diserahkan ke Kongres, yang nantinya akan menyusun legislasi untuk diajukan ke presiden. Bila legislasi itu realistis, ujarnya, presiden akan mengesahkannya. [uh]

XS
SM
MD
LG