Tautan-tautan Akses

Tarian Dhammal di Pakistan, akankah Terus Bertahan?


Tempat suci "Lal Shahbaz Qalandar" di provinsi Sindh, Pakistan.

Penari meliuk-liuk tanpa peduli, kepalanya menunduk ke depan, bergerak dari kiri ke kanan seirama gendang, rambutnya yang panjang dan hitam tergerai mengibas ke belakang dan ke depan. Perempuan lainnya, mungkin seorang kerabat atau teman, berusaha melempar selendang ke atas kepalanya, tapi menyerah setelah selendang itu terus jatuh.

Gerakan itu bisa menyebabkan kegemparan di bagian lain Pakistan, negara konservatif di mana wanita diharapkan untuk patuh dan tidak menarik perhatian, tapi tidak di daerah ini. Tapi Ini adalah tempat suci Lal Shahbaz Qalandar, seorang ulama sufi abad ke 13 yang terkenal.

Selama 700 tahun terakhir, sebagaimana dituturkan legenda, setiap malam di sekitar saat matahari terbenam, pemain memukul gendang besar, yang disebut naubat, sementara pria dan wanita, muda dan tua, menari sesuai irama.

Dhammal, nama tarian itu, adalah bentuk pemujaan mirip dengan darwis di Turki. Tempat suci itu yang terletak di kota Sehwan Sharif, di provinsi Sindh, Pakistan, menarik perhatian orang-orang dari semua agama.

Hindu, minoritas besar di provinsi ini, menghormati Qalandar seperti halnya kaum Muslim baik dari sekte Syiah dan Sunni. Cerita rakyat mengatakan "Daata," nama panggilan untuk orang suci, dapat menyembuhkan ketidaksuburan pada wanita, yang datang berbondong-bondong untuk berdoa agar mendapat anak.

"Ini pintu orang suci, Anda menemukan cinta di sini," kata Ghulam Sarwar Langha, pengelola tempat suci tersebut.

"Semua orang disambut baik, tidak ada yang diusir," tambahnya.

Bulan Februari lalu, segera setelah dhama dimulai, dinding tempat suci itu bergetar setelah ledakan keras.

Seorang pembom bunuh diri memicu bahan peledak di jaketnya. Sedikitnya 80 orang, termasuk banyak wanita dan anak-anak, terbunuh.

Menurut ahli antropologi Zaigham Khan, serangan itu, yang terjadi di salah satu dari banyak tempat suci Sindh dalam beberapa tahun terakhir, merupakan salah satu indikator bahwa budaya Sindh yang inklusif dan toleran telah berubah. [my/jm]

XS
SM
MD
LG