Tautan-tautan Akses

Tanzania akan Tindak Tegas Kapal-kapal dengan Kargo Mencurigakan


Sebuah kapal berbendera Tanzania "Luna-S" yang berhasil dicegat oleh Angkatan Laut Perancis di Toulon, ternyata mengangkut ganja (foto: ilustrasi).

Pemerintah Tanzania mencabut izin sebuah kapal berbendera Tanzania yang mengangkut bahan peledak dan sedang berlayar menuju Libya ketika disita oleh pihak berwenang Yunani awal bulan ini. Pemerintah mengatakan mereka juga akan memeriksa kapal-kapal lain yang didaftarkan di negara Afrika Timur itu.

Berbicara kepada para wartawan di istana presiden hari Kamis, Wakil Presiden Tanzania Samia Hassan mengatakan pemerintahnya akan mencabut ijin kapal yang terlibat dalam pengangkutan bahan-bahan peledak, dan sebuah kapal lain yang mengangkut kokain.

“Kami mengambil langkah pertama untuk mencabut ijin kapal-kapal ini. Dan kami menuntut mereka untuk menurunkan bendera kami dari kapal itu supaya mereka bisa diadili,” tegas Hassan.

Pekan lalu pihak berwenang Yunani mencegat kapal yang mengangkut bahan-bahan peledak itu. Dokumen-dokumen kargo menunjukkan bahan-bahan itu akan dikirim ke Djibouti tapi menurut berbagai laporan, para inspektur Yunani mendapati kargo itu akan dibawa ke Libya.

Tahun 2011 Dewan Keamanan PBB menerapkan sebuah embargo senjata terhadap Libya. Tiga pekan lalu, sebuah kapal lain yang berbendera Tanzania dicegat di Karibia. Kapal kargo itu sedang mengangkut 1,6 ton kokain.

Pakar maritim Julius Nguhulla mengatakan kapal-kapal dari Tanzania kini akan menjadi sasaran.

“Tidak masalah mendaftarkan kapal di Tanzania atau negara lain. Itu bisnis yang bagus apabila ditangani dengan baik. Kini Tanzania tidak akan mendapat bisnis semacam itu karena kapal-kapal dengan bendera Tanzania akan jadi sasaran. Terserah kepada agen-agen maritim untuk mengawasi semua kapal-kapal,” ujar Nguhulla.

Wakil Presiden Hassan mengatakan pemerintah akan lebih mencermati kapal-kapal yang didaftarkan di negara itu.

“Kami telah memutuskan untuk meninjau UU kami. Sebagian dari mereka melarikan diri dari negara mereka karena mereka punya UU yang ketat. Bagi kami, kami telah memutuskan untuk meninjau dan memperkuat UU supaya kita bisa menangkap mereka yang datang untuk mendaftarkan kapal-kapal semacam itu di negara kami,” imbuh Hassan.

Tanzania adalah satu dari tujuh negara yang diselidiki PBB karena melanggar embargo senjata terhadap Korea Utara. AS telah menekan Tanzania dan empat negara Afrika lain untuk tidak mengijinkan kapal-kapal Korea Utara mengibarkan bendera mereka. [vm/ii]

XS
SM
MD
LG