Tautan-tautan Akses

Tanzania Lakukan Tindakan Tegas terhadap Perusahaan Pertambangan


Presiden Tanzania John Magufuli menerapkan kebijakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan pertambangan (foto: dok).

Pemerintah Tanzania telah menindak perusahaan pertambangan, dan mengatakan mereka tidak membayar pajak mereka sebagaimana seharusnya. Para ahli mengatakan tindakan itu bisa mengkhawatirkan para investor.

Pemerintah Tanzania baru-baru ini menyita intan bernilai 15 juta dolar dari perusahaan Inggris Petra Diamonds, karena perusahaan itu dituduh telah merugikan ekspor.

Pada bulan Juli, pemerintah menuntut tambang emas Acacia membayar 190 miliar dolar-- dalam apa yang dikatakannya sebagai pajak-pajak yang belum dibayar. Pemerintah mengatakan perusahaan tersebut tidak melaporkan seluruh ekspornya.

Presiden Tanzania John Magufuli dengan terus terang mengatakan, "Mereka mencuri dari kita, dan sebagian yang terlibat adalah orang-orang kita."

Asisten peneliti program Chatham House Africa, Rebekka Rumpel mengatakan, pemerintah Tanzania sebelumnya telah mengizinkan lembaga keuangan internasional memberikan lebih banyak masukan ke dalam undang-undang pertambangan negara tersebut.

Sekarang, katanya, Magufuli sedang berusaha membatalkannya.

"Jadi saya pikir, dia berusaha menghapuskan periode keterlibatan asing dan liberalisasi yang lebih besar pada tahun 1990an dan 2000an ...... Ini dilakukan dengan seolah –olah mengatakan "Saya berada sisi rakyat Tanzania melawan orang-orang yang menggerogoti kekayaan alam kita,” ujar Rumpel.

Ahli bidang pertambangan Tanzania Fatma Karume mengatakan ada alasan mengapa pemerintah masa lalu melonggarkan peraturan untuk industri pertambangan.

"Tidak ada yang ingin berinvestasi di Tanzania, mengingat tindakan nasionalisasi sebelumnya yang telah kami lakukan, dan karena itu, supaya orang-orang mau berinvestasi, pemerintahan Benjamin Mkapa, harus menjadikannya suatu hal yang menarik," kata Karume.

Karume berpendapat tindakan pemerintah menjadi keprihatinan investor.

"Ini adalah investor- investor yang cerdas, mereka bukan orang yang tidak berpendidikan, mereka adalah investor pintar yang mendapat bantuan bankir-bankir dan pengacara yang pintar pula, Mereka akan menaruh uang mereka di tempat yang mereka pikir aman. Sangat sederhana," tambahnya.

Dan, katanya, tuntutan-tuntutan pemerintah itu tidak masuk akal.

"Saya pikir ini sangat dibesar-besarkan, tagihan pajak 190 miliar dolar, sangat berlebihan," ujar Karume.

Beberapa usaha untuk menghubungi Menteri Energi dan Mineral Tanzania untuk meminta tanggapan tidak berhasil. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG