Tautan-tautan Akses

Tanpa Pelatih, Pebulu Tangkis Chou Tien-Chen Incar Kemenangan Olimpiade


Chou Tien-chen dari Taiwan memeriksa raketnya saat diwawancarai AFP di Taipei, 30 Agustus 2019. (Foto: AFP)
Chou Tien-chen dari Taiwan memeriksa raketnya saat diwawancarai AFP di Taipei, 30 Agustus 2019. (Foto: AFP)

Menjelang Olimpiade 2020 di Tokyo, pebulutangkis Taiwan Chou Tien-chen mengambil langkah yang tak biasa dengan berlatih tanpa pelatih pribadi.

Atlet berusia 29 tahun yang dikenal bertutur kata halus dan selalu tak lupa mengucap terima kasih kepada Tuhan pada setiap akhir laga, berpisah dengan pelatihnya pada awal tahun ini.

Sejak saat itu, pebulutangkis nomor dua dunia melaju kencang. Dia memenangkan laga tunggal putra pada turnamen Indonesia Open pada Juli lalu. Gelar itu adalah gelar pertamanya dalam turnamen level Super 1000.

“Saya mengerjakan banyak pekerjaan rumah seperti yang dilakukan para pelatih sebelum pertandingan dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menganalisa lawan-lawan dan apa yang harus saya lakukan dalam situasi tersebut,” katanya kepada AFP di sela-sela latihan di Taipei.

Namun, Chou tidak sendiri. Ada Victoria Kao, ahli fisioterapi, yang menemani di setiap pertandingannya. Kao memanggul berbagai peran, mulai dari menjadi mentor, penyemangat dan pengkritik Chou.

Chou Tien-chen dari Taiwan, pebulu tangkis nomor dua dunia sedang dibantu peregangan oleh fisioterapinya, Victoria Kao (kanan), di Taipei, 30 Agustus 2019. (Foto: AFP)
Chou Tien-chen dari Taiwan, pebulu tangkis nomor dua dunia sedang dibantu peregangan oleh fisioterapinya, Victoria Kao (kanan), di Taipei, 30 Agustus 2019. (Foto: AFP)

Kao menemani di dalam dan luar lapangan bulu tangkis, memberikan minuman saat rehat pertandingan dan menemani Chou menghadiri acara-acara amal.

Dia mengatakan tugas utamanya adalah “menjaga kesehatan dan karakter Chou” dalam rangkaian latihan yang mencakup pilates dan tari perut.

Berkompetisi dalam bulu tangkis profesional tanpa pelatih pribadi hampir tidak terdengar di antara para atlet papan atas dari negara-negara kekuatan traditional Asia.

Chou masih punya akses ke tim pelatih Taiwan, dan secara berkala berkonsultasi dengan para pakar, termasuk seorang profesor untuk memperbaiki performanya.

Namun keputusannya untuk menentukan masalah teknis sendiri, dengan bantuan Kao, terbukti membantunya mengantongi kemenangan pada tur tahun ini.

Chou berharap bisa menyamai prestasi Chen Long pada Olimpiade Tokyo tahun depan, tapi dia mengatakan akan menghadapi perjuangan berat.

“Masih banyak hal yang harus saya pelajari, untuk berkembang,” katanya. “Saya tidak bisa terus bertahan di posisi saya sekarang.” [ft]

XS
SM
MD
LG