Tautan-tautan Akses

Tak Ada Lagi Pasien Positif Corona di RS Moewardi, Walkot Solo Optimis Pencegahan Berhasil


Rumah sakit Dokter Moewardi Solo, salah satu dari ratusan rumah sakit rujukan penanganan pasien virus corona. Tiga pasien positif Corona dinyatakan sembuh di rumah sakit tersebut setelah menjalani perawatan intensif. Foto diambil dua pekan lalu saat awal

Sejumlah pasien positif virus corona sudah membaik dan dinyatakan sembuh setelah dirawat di RS Dokter Moewardi Solo selama setengah bulan. Saat ini, sudah tidak ada pasien positif corona yang dirawat di RS Dokter Moewardi. 

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo, Selasa (31/3), mengatakan pihaknya mendapat laporan bahwa sudah tidak ada warga Solo yang positif virus corona yang dirawat di Rumah Sakit Dokter Moewardi.

Dengan perkembangan itu, Rudy makin optimis pencegahan virus Corona bisa dilakukan bersama-sama oleh berbagai pihak. Menurutnya, semakin banyak pasien positif virus corona yang sembuh dan berkurangnya jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) menunjukkan kesadaran masyarakat bahaya virus corona semakin meningkat.

Tak Ada Lagi Pasien Positif Corona di RS Moewardi, Walkot Solo Optimis Pencegahan Berhasil
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:54 0:00

"Ini menjadi bagian kerja sama kita. Gotong royong kita dalam rangka melakukan pencegahan penyebaran virus corona. Saya minta warga tetap waspada meski sekarang hasilnya semakin baik. Apa yang kita lakukan bersama-sama mendapat hasil bagus. Warga Solo yang ODP maupun PDP pun akan berkurang,” jelasnya.

Menurut data Satgas COVID-19, per Selasa, 31 Maret, total 26 orang PDP, tujuh di antaranya dinyatakan sembuh dan tiga meninggal dunia. Sedangkan 16 lainnya, masih diisolasi di RS Dokter Moewardi dan masih menunggu hasil tes apakah positif atau negatif. Sedangkap ODP masih terdapat 162 orang, yang semuanya menjalani karantina di rumah masing-masing. Angka adalah akumulasi akumulasi sejak status Kejadian Luar Biasa (KLB) diberlakukan di Solo pada 14 Maret 2020.

Rudy juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengucilkan pasien virus corona yang sudah sembuh karena penyakit itu bukan aib dan bisa disembuhkan.

Purwanti, salah satu warga Solo yang dinyatakan positif virus corona, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya, saat dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Selama dua minggu, Purwanti menjalani perawatan di RS Moewardi.

Namun, dia juga menyimpan kesedihan karena suaminya, yang juga dirawat karena penyakit yang sama, meninggal saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Dalam percakapan via telepon dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhir pekan kemarin, Purwanti menceritakan dia tertular COVID-19 dari suaminya. Sebelum sakit, suaminya baru saja kembali dari seminar di Bogor yang berlangsung pada 24-29 Februari.

Apel siaga penyemprotan disinfektan secara serentak di Solo, Selasa, 31 Maret 2020. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)
Apel siaga penyemprotan disinfektan secara serentak di Solo, Selasa, 31 Maret 2020. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

“Setelah sampai rumah, suami saya demam tinggi, batuk, sesak napas. Saya bawa ke sejumlah rumah sakit dan klinik. Sempat membaik, dan akhirnya dirawat di RS Moewardi,” tutur Purwanti menceritakan awal sakitnya kepada Ganjar. Saat mendampingi suami berobat ke sejumlah rumah sakit itu lah, Purwanti tertular.

Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (28/3), menelepon beberapa pasien virus corona yang sudah dinyatakan sembuh. Purwanti adalah salah satu pasien virus corona yang bisa sembuh. Pasien lain yang sembuh adalah seorang pemandu wisata dari Bali, Robi, dan pasien lain berinisial H.

Saat ini Purwanti sudah kembali ke rumahnya. Ketika ditanya Ganjar apa pesan Purwanti kepada masyarakat, Purwanti meminta warga untuk tinggal di rumah dulu. “Jangan keluar-keluar. Jaga kesehatan,” pesannya. [ys/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG