Tautan-tautan Akses

Sulit Edukasi Bahaya Virus Corona, Pemprov Jatim Gandeng Media dan Komunitas


Sekdaprov Jawa Timur memakaikan face shield kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Oro-oro Dowo, Malang. (Foto: Humas Pemprov Jawa Timur)

Angka kasus virus corona di Provinsi Jawa Timur masih tinggi, salah satunya karena kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan masih rendah. Edukasi terus dilakukan lewat berbagai media dan sarana komunikasi agar masyarakat sadar tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengakui sulit memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat. Terutama kewajiban mengenakan masker di masa pandemi virus corona.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan perlu gerakan bersama secara terus menerus, untuk mengedukasi masyarakat yang memiliki latar belakang beraneka ragam.

“Menjelaskan perubahan perilaku dengan perspektif ini melindungi, kan tidak mudah. Harus terus menerus diingatkan sesuai dengan bahasa mereka, kultur mereka, adat mereka, dan seterusnya,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Station mobile saat di lokasi bencana. (Foto: Eko Khrismasrianto/pribadi)
Station mobile saat di lokasi bencana. (Foto: Eko Khrismasrianto/pribadi)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Benny Sampirwanto, mengatakan telah menggandeng sejumlah media massa, termasuk Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), untuk menyampaikan informasi seputar kesehatan diri dan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

“Kami juga mengundang RAPI, mengundang ORARI, terus BKKBN. Mereka itu juga punya misalkan mobil-mobil penerangan. Itu yang juga akan kita optimalkan, bersama teman-teman (media massa) semua,” terang Benny Sampirwanto.

Pengurus RAPI Daerah 13 Jawa Timur, Eko Khrismasrianto, mengatakan telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui radio komunitas. Selain itu juga turun langsung ke masyarakat untuk memberi pemahaman pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat selama masa pandemi corona.

“Kami akan menyampaikan apa yang kami dapat dari pelatihan tentang percepatan penanganan Covid-19, dengan sosialisasi ke masyarakat bagaimana penggunaan masker yang benar, cuci tangan, jaga jarak, itu adalah tiga kunci utama dalam menghadapi Covid-19. RAPI ini juga akan terjun langsung ke pasar, jadi operasi ke pasar, ke masjid, ke masyarakat sekitar untuk bisa memahami pentingnya tiga kunci tadi,” ujar Eko Khrismasrianto.

Dari studio mini di rumahnya, Eko Khrismasrianto, menyiarkan informasi dan edukasi percepatan penanganan pandemi virus corona. (Foto: Eko Khrismasrianto/koleksi pribadi)
Dari studio mini di rumahnya, Eko Khrismasrianto, menyiarkan informasi dan edukasi percepatan penanganan pandemi virus corona. (Foto: Eko Khrismasrianto/koleksi pribadi)

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Timur, Ahmad Afif Amrullah, mengatakan bahwa media massa telah menjalankan fungsinya dengan baik selama masa pandemi Covid-19. Namun, faktor tidak semua masyarakat dapat mengakses media komunikasi dan media massa, menjadi salah satu penyebab protokol kesehatan belum dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Terutama masyarakat-masyarakat yang ada di pedesaan. Yang ada di kelompok-kelompok tertentu kan tidak semuanya mengakses sehingga bisa jadi itu menjadi faktor kenapa kemudian masyarakat belum semuanya menerapkan protokol kesehatan,” kata Ahmad Afif Amrullah.

Sulit Edukasi Bahaya Virus Corona, Pemprov Jatim Gandeng Media dan Komunitas
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:47 0:00

Afif menambahkan, beragamnya karakter masyarakat, serta akses media yang belum tersebar sampai ke pelosok, harus menjadi pekerjaan bersama agar informasi mengenai bahaya virus corona beserta pencegahannya dapat lebih efektif diterima masyarakat.

“Kita terus merangkul teman-teman media untuk selalu bersama-sama melakukan edukasi maupun informasi tentan pencegahan ini. Bahwa efektivitasnya memang tentu tidak bisa seratus persen, karena kita tahu karakter masyarakat kita berbeda-beda, luar biasa beragamnya, sehingga ada yang akses media, ada yang tidak,” imbuhnya. [pr/ft]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG