Tautan-tautan Akses

Menlu AS: Sulit bagi Qatar Penuhi Tuntutan 4 Tetangganya


Menlu AS, Rex Tillerson, berbicara tentang Qatar di Deplu AS di Washington, 9 Juni 2017 (foto: AP Photo/Jacquelyn Martin)

Tuntutan yang diajukan Arab Saudi dan tiga sekutunya terhadap Doha akan sangat sulit untuk dipenuhi oleh Qatar, namun negara-negara yang terlibat dalam krisis ini disarankan untuk merundingkan penyelesaian krisis diplomatik di kawasan Teluk Persia itu.

Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson mengatakan hari Minggu, "akan sangat sulit" bagi Qatar memenuhi beberapa tuntutan yang diajukan Arab Saudi dan tiga sekutunya terhadap Doha, tetapi mendesak agar mereka merundingkan penyelesaian krisis diplomatik di Teluk Persia itu.

Tillerson, dalam pernyataan sehari setelah Qatar menolak tuntutan itu karena tidak masuk akal dan menginjak-injak kedaulatannya, mengatakan, "ada bidang-bidang penting yang menjadi landasan dialog yang sedang berlangsung, mengarah ke resolusi." Tillerson tidak mengatakan isu apa yang menurutnya akan membuat Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi bisa mencapai kesepakatan dengan Qatar.

Keempat pemerintahan Arab tersebut, yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar lebih dari dua minggu lalu dengan alasan bahwa Qatar mengobarkan terorisme di wilayah tersebut, mengajukan tuntutan mereka ke Qatar pekan lalu melalui mediator Kuwait. Antara lain, keempat negara menuntut agar Qatar menutup jaringan televisi Al-Jazeera, yang merupakan sumber konflik antara Qatar dan negara-negara tetangganya.

Keempat negara juga menuntut agar Qatar berhenti berhubungan dengan Ikhwanul Muslimin, ISIS, Al Qaida, dan gerakan Hezbollah yang didukung Iran di Lebanon. Selain itu, keempat pemerintah Arab tersebut menginginkan agar Qatar menurunkan hubungannya dengan Iran, menyerahkan tokoh-tokoh oposisi yang selama ini ditahan dan menutup pangkalan militer Turki di emirat tersebut.

Qatar mengatakan tuntutan itu mengukuhkan "apa yang Qatar katakan sejak awal - blokade ilegal itu tidak ada kaitannya dengan penumpasan teroris, ini tentang pembatasan kedaulatan Qatar, dan campur tangan kebijakan luar negeri kita."

Menurut Tillerson, "langkah selanjutnya yang produktif adalah masing-masing negara duduk bersama dan melanjutkan pembicaraan. Kami percaya, sekutu dan mitra kami akan lebih kuat kalau mereka bekerja sama menuju satu tujuan, yang kita semua sepakati yaitu menghentikan teroris dan melawan ekstremisme."

Diplomat tertinggi Amerika itu mengatakan, "setiap negara yang terlibat bisa menyumbangkan sesuatu bagi upaya itu. Penurunan retorika juga akan membantu meredakan ketegangan. Amerika akan terus melakukan kontak dengan semua pihak dan akan terus mendukung upaya mediasi emir Kuwait." [ka]

XS
SM
MD
LG