Tautan-tautan Akses

Sudan Selatan Resmi Menjadi Negara Baru


Warga Sudan Selatan melambai-lambaikan bendera negara baru itu di ibukota Juba (8/7).
Warga Sudan Selatan melambai-lambaikan bendera negara baru itu di ibukota Juba (8/7).

Perubahan menjadi negara baru terjadi tepat lepas tengah malam hari Jumat, mendorong penduduk di ibukota Juba menari di jalan-jalan.

Sudan Selatan menjadi negara terbaru di dunia, secara resmi berpisah dari Sudan setelah mengadakan pemungutan suara untuk merdeka.

Perubahan itu terjadi tepat lepas tengah malam waktu setempat hari Jumat, mendorong penduduk di ibukota negara baru itu, Juba, menari di jalan-jalan.

Sudan Selatan menyatakan kemerdekaan hari Sabtu dengan upacara di bakal ibukota, Juba. Sekjen PBB Ban Ki-moon diduga akan hadir bersama sekitar 30 kepala negara Afrika, termasuk presiden Sudan Omar al-Bashir.

Sudan Selatan dengan suara bulat menyatakan berpisah dari utara dalam referendum bulan Januari yang dijamin dibawah kesepakatan damai tahun 2005. Kesepakatan itu mengakhiri perang saudara antara Sudan utara dan selatan lebih dari dua dekade.

Negara baru itu dijadwalkan mengadakan upacara resmi di Juba hari Sabtu untuk mendeklarasikan kemerdekaan. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon diperkirakan hadir, bersama sekitar 30 kepala negara Afrika, termasuk Presiden Sudan Omar al-Bashir.

Kemerdekaan Sudan Selatan telah diakui tetangganya di utara. Menteri Urusan Kepresidenan Sudan Bakri Hassan Saleh menyampaikan pengumuman resmi itu hari Jumat yang ditayangkan televisi pemerintah.

Negara terbaru di dunia itu juga akan mendapat dukungan penjaga perdamaian PBB. Dewan Keamanan PBB hari Jumat dengan suara bulat menyetujui pengerahan hingga tujuh ribu tentara dan 900 polisi internasional ke Sudan Selatan.

XS
SM
MD
LG