Tautan-tautan Akses

AS

Solidaritas Warga Nashville, Tennessee Pasca Tornado


Warga berusaha mencari barang-barang yang masih bisa dipakai setelah tornado melanda Nashville, Tennessee 3 Maret 2020.

Sebuah tornado besar melanda bagian timur kota Nashville di negara bagian Tennessee, pada dini hari, 3 Maret lalu. Kekuatan tornado itu begitu dahsyat sehingga meluluh-lantakkan rumah-rumah, menumbangkan pohon-pohon, dan menerbangkan berbagai benda yang berada di jalur puting beliung raksasa itu. Namun warga yang terimbas segera bangkit dan bergotong royong dalam upaya pemulihan pasca bencana tersebut.

Warga kota Nashville masih tertidur lelap pada dini hari Selasa, 3 Maret lalu ketika tornado raksasa datang disertai suara gemuruh dan menghantam bagian timur kota yang dikenal sebagai jantung musik country itu.

Menurut berbagai sumber, pusaran angin dari tornado itu berkecepatan hingga 260 kilometer per jam. Walaupun menurut ramalan cuaca telah diantisipasi akan datangnya badai, tetapi banyak warga tidak menyangka badai akan sebesar itu dan mereka pun tidak mengira akan berada di jalur puting beliung raksasa itu.

Selain mengakibatkan kerugian materi yang sangat besar, tornado itu juga menewaskan sedikitnya 25 orang dan mencederai banyak lainnya.

Sarah Brown adalah seorang warga Nashville. Kepada VOA dia bercerita mengenai tornado yang datang tiba-tiba pada pagi buta itu.

“Saya beranjak tidur pada Senin malam. Saya tidak menyadari ada cuaca buruk yang akan datang. Saya terbangun sedikit ketika berlangsung badai, tetapi berpikir itu hanya badai biasa. Jadi, saya kembali tidur, dan ketika saya bangun pada pagi hari, saya menyadari tornado telah melewati sisi timur kota Nashville yang merupakan sisi lain dari tempat kami tinggal. Jadi, kami tidak mengalaminya secara langsung, tetapi saya benar-benar khawatir karena banyak teman dan rekan kerja saya tinggal di jalur yang langsung dilalui tornado itu.”

Warga memeriksa kerusakan rumah mereka pasca tornado melanda kota Nashville, Tennessee (3 Maret 2020).
Warga memeriksa kerusakan rumah mereka pasca tornado melanda kota Nashville, Tennessee (3 Maret 2020).

Jonathan Permadi, seorang warga Indonesia yang menjadi guru di Nashville, Tennessee, juga tidak ketinggalan. Dia ikut menjadi relawan, terutama karena sekolah tempat dia mengajar ditutup selama seminggu.

Kepada VOA, dia mengatakan apa yang dilihatnya pasca tornado.

“Banyak rumah, tempat bisnis, pohon dan benda-benda lain yang dilewati tornado tercabut dan hancur sama sekali. Banyak tiang listrik juga tercabut dan ambruk sehingga aliran listrik mati untuk banyak rumah. Keadaannya sangat menyedihkan, terutama karena ada korban manusia. Ada orang-orang yang meninggal dan luka-luka. Jadi warga Nashville mengalami peristiwa yang traumatis, dan akan makan waktu untuk pulih,” tuturnya.

Sarah Brown mengatakan, para petugas tanggap darurat bekerja sangat baik, dan warga dari segala lapisan masyarakat ikut bahu membahu dalam membantu warga yang terimbas langsung oleh bencana itu.

“Saya kira semua orang merespons dengan sangat baik, dan masyarakat umum juga, semua orang keluar begitu mereka mendengar (ada bencana), bahkan pada tengah malam, juga pada hari berikutnya, dan bahkan untuk beberapa hari berikutnya. Ada banyak sukarelawan, bahkan terlalu banyak sehingga sebagian ditolak karena terlalu banyak orang di jalan untuk membantu. Jadi komunitas bersatu dan bahu membahu. Mereka sangat kuat mendukung semua orang,” tambah Sarah.

Solidaritas Warga Nashville Pasca Tornado
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:21 0:00


Para relawan mengerjakan berbagai hal, mulai memotong pohon yang tumbang sampai membersihkan jalan.

“Kami pergi bersama teman-teman ke daerah yang dilewati tornado, dan ada banyak sekali rumah yang hancur di sana, dan ada banyak benda-benda di jalan. Jadi, kami memotong dan membersihkan pohon-pohon yang jatuh di jalan,” imbuh Jonathan.

Menurut berbagai sumber, selain korban manusia, kerugian materi akibat bencana alam tornado di Nashville ini diperkirakan mencapai sedikitnya $2miliar (sekitar Rp 28 triliun). [lt/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG