Tautan-tautan Akses

Situasi Memburuk, Bendera AS Tak Lagi Berkibar di Afghanistan


Asap hitam mengepul di dekat Kedutaan Besar AS di Kabul, Afghanistan, Minggu, 15 Agustus 2021.
Asap hitam mengepul di dekat Kedutaan Besar AS di Kabul, Afghanistan, Minggu, 15 Agustus 2021.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bendera Amerika tidak lagi berkibar di Kedutaan Besar AS di Kabul di tengah proses evakuasi dari ibu kota Afghanistan. Pejabat itu mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa hampir semua personel kedutaan telah dipindahkan ke bandara internasional kota itu.

Pejabat itu mengatakan bendera itu kini dibawa personel kedutaan, yang berada di antara ribuan orang Amerika dan lainnya yang menunggu penerbangan. Pejabat itu meminta namanya dirahasiakan karena tidak berwenang mengungkapkannya ke publik.

Dalam pernyataan bersama Minggu malam (15/8), Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon mengatakan mereka mengambil langkah-langkah untuk mengamankan bandara dan mengusahakan keberangkatan yang aman melalui penerbangan sipil dan militer. Pernyataan itu mengatakan kehadiran keamanan AS akan diperluas menjadi hampir 6.000 tentara dalam dua hari ke depan dan akan mengambil alih kontrol lalu lintas udara.

Helikopter militer AS terlihat terbang di atas kedutaan AS di Kabul,15 Agustus 2021. (Foto: Wakil KOHSAR/AFP)
Helikopter militer AS terlihat terbang di atas kedutaan AS di Kabul,15 Agustus 2021. (Foto: Wakil KOHSAR/AFP)

Mereka yang akan terbang termasuk warga negara Amerika yang telah tinggal di Afghanistan, staf misi AS yang dipekerjakan secara lokal di Kabul dan keluarga mereka. Yang juga menjadi bagian dari rencana keberangkatan itu adalah ribuan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk visa imigran khusus AS. Hampir 2.000 dari mereka yang memiliki visa khusus telah tiba di Amerika Serikat dalam dua minggu terakhir.

Maskapai penerbangan pemerintah Pakistan mengatakan telah menghentikan semua penerbangan ke ibu kota Afghanistan, Kabul, karena situasi keamanan yang tidak pasti di sana. Juru bicara pemerintah, Abdullah Hafeez, mengatakan Senin (16/8), Pakistan International Airlines memutuskan untuk melindungi penumpang, awak dan pesawat setelah berkonsultasi dengan otoritas penerbangan sipil Afghanistan. Ia berbicara sewaktu kedutaan-kedutaan berbagai negara bergegas mengevakuasi personel dan para karyawan Afghanistan mereka melalui bandara itu.

Video-video di media sosial menunjukkan kekacauan di Bandara Internasional Kabul semalam, dengan sesekali tembakan dan ratusan warga Afghanistan yang panik berlarian melintasi landasan. Pada pagi hari, imbauan yang dikirim otoritas penerbangan sipil mengumumkan layanan penerbangan sipil bandara itu telah ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Warga Afghanistan berkerumun di bandara, menunggu pesawat lepas landas dari Kabul, 16 Agustus 2021. (Foto: Shakib Rahmani / AFP)
Warga Afghanistan berkerumun di bandara, menunggu pesawat lepas landas dari Kabul, 16 Agustus 2021. (Foto: Shakib Rahmani / AFP)

Italia telah mengevakuasi 70 staf kedutaan dan karyawan yang berkewarganegaraan Afghanistan dari ibu kota Kabul. Pesawat itu dijadwalkan tiba di Roma pada Senin. Video yang diambil di bandara internasional Kabul dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Italia menunjukkan orang-orang berjalan menaiki tangga mobil untuk masuk ke pesawat dalam kegelapan.

Evakuasi itu adalah bagian dari Operasi Italia Aquila Omnia (atau Elang Siap untuk Situasi Apa Pun) untuk segera mengevakuasi staf diplomatik Italia, warga negara dan karyawan Afghanistan bersama anggota keluarga mereka. Italia merupakan salah satu kontingen terbesar di Afghanistan sebelum penarikan pasukan internasional.

Wartawan Italia Francesca Mannocchi, yang berada dalam pesawat, mengatakan bahwa pesawat itu membawa 20 karyawan kedutaan Afghanistan dan keluarga mereka, termasuk perempuan dan anak-anak. Sebelum Taliban maju, 228 warga Afghanistan dan keluarga mereka telah dipindahkan ke Italia.

Arab Saudi mengatakan telah mengevakuasi semua diplomat dari kedutaan besarnya di ibu kota Afghanistan, dan pemerintah Selandia Baru mengirim pesawat untuk membantu rakyatnya meninggalkan negara itu.

Pejuang Taliban berjaga di depan Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan, Senin, 16 Agustus 2021. (AP)
Pejuang Taliban berjaga di depan Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan, Senin, 16 Agustus 2021. (AP)

Arab Saudi mengatakan semua staf dievakuasi dari kedutaan di Kabul pada Minggu karena perubahan kondisi di lapangan, bergabung dengan negara-negara lain yang juga telah menutup kedutaan mereka setelah Taliban menguasai Kabul.

Pemerintah Selandia Baru mengatakan mengirim pesawat angkut militer C-130 Hercules ke Afghanistan untuk membantu evakuasi 53 warga Selandia Baru dan puluhan warga Afghanistan serta keluarga dekat mereka yang membantu pasukan Selandia Baru ketika mereka ditempatkan di sana. Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan sejauh ini mereka telah mengidentifikasi 37 warga Afghanistan yang telah membantu, tetapi jumlah pengungsi akan mencapai ratusan begitu tanggungan dan lain-lainnya diperhitungkan. [ab/ka]

XS
SM
MD
LG