Tautan-tautan Akses

AS

Siswa SMU Florida Kembali ke Sekolah pasca Penembakan Massal


Warga Florida ikut memberikan dukungan saat siswa-siswa SMU "Marjory Stoneman Douglas" kembali ke sekolah untuk pertama kalinya Rabu (28/2), pasca insiden penembakan massal.

Para siswa yang selamat dari salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah Amerika hari Rabu (28/2) kembali ke sekolah sementara anggota parlemen federal dan negara bagian terus memperdebatkan bagaimana mencegah kematian anak-anak muda di tempat yang seharusnya aman untuk belajar .

Sekolah SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida ditutup sejak seorang laki-laki bersenjata membunuh 17 orang di sana dua minggu yang lalu. Ketika siswa kembali, mereka disambut kerumunan simpatisan yang membawa bunga dan poster, yang salah satunya berbunyi "free kisses."

Tetapi para siswa juga harus melewati barisan petugas polisi yang dipersenjatai dengan senapan militer, yang membuat sebagian siswa merasa tidak nyaman.

"Ini menggambarkan pendidikan dalam ketakutan di negeri ini," kata David Hogg, seorang korban selamat yang menjadi wakil gerakan siswa bagi pengawasan senjata serbu. Asosiasi Senjata Api Nasional atau NRA ingin lebih banyak orang seperti ini membawa senjata api yang sama persis, untuk menakut-nakuti lebih banyak orang dan menjual lebih banyak senjata."

Kepala Sekolah Broward County Robert Runcie mengatakan para penasihat kejiwaan juga berada di sekolah untuk menunjukkan "cinta dan pengertian" dan membantu siswa "kembali" ke dalam rutinitas mereka.

Tapi kenangan akan pembantaian yang mengerikan itu masih tampak jelas. Bangunan dimana pembunuhan terjadi masih ditutup. Dan pelajaran hari Rabu baru dimulai pada periode keempat, supaya siswa dan guru bisa bertemu dulu dengan orang-orang yang bersama mereka ketika penembakan terjadi.[my/ii]

XS
SM
MD
LG