Tautan-tautan Akses

Siri, Bisa Tambah Aplikasi? Kabar dari Apple Ditunggu Segera


Asisten virtual pribadi besutan Apple, Siri, akan hadir pada komputer Mac akhir tahun ini (Flickr)

Pengumuman dari Apple untuk membuat asisten virtual berbasis suaranya, Siri, untuk bekerja dengan lebih banyak aplikasi diharapkan saat dilangsungkannya ajang perhelatan Worldwide Developers Conference pekan depan.

Apple diharapkan untuk mengumumkan rencananya pekan depan untuk membuat asisten virtual berbasis suaranya, Siri, bekerja dengan lebih banyak aplikasi, saat perusahaan teknologi tersebut berusaha untuk mengatasi keberhasilan tak terbendung layanan Alexa besutan Amazon.com

Namun perusahaan yang berkantor pusat di Cupertino, California ini tampaknya akan tetap bersikukuh pada metodenya yang telah teruji dengan tetap fokus pada sejumlah kecil fitur dan mencoba untuk menyempurnakannya, ketimbang “menebar jala selebar mungkin,” menurut para insinyur dan pakar kecerdasan buatan yang mengetahui seluk beluk industri tersebut.

Saat ini, asisten virtual Apple, Siri, bekerja hanya dengan enam tipe aplikasi: aplikasi berbagi kendaraan, pengiriman pesan dan telepon, pencairan foto, pembayaran, kebugaran, dan sistem hiburan di mobil. Pada konferensi pengembang aplikasi perusahaan itu pekan depan, diharapkan akan ada tambahan kategori aplikasi.

Beberapa pengamat industri juga telah memprediksi bahwa Apple akan mengumumkan perangkat keras serupa dengan perangkat besutan Amazon, Echo, untuk rumah tangga, yang telah laku keras baru-baru ini. Apple tidak bersedia berkomentar terkait hal ini.

Namun bahkan apabila Siri melipat gandakan bidang keahliannya, sangat jauh bedanya dengan kemampuan Alexa dari Amazon.com yang dapat menangani sekitar 12.000 tugas.

Apple vs Amazon

Perbedaan tersebut merupakan ilustrasi perbedaan strategi antara dua rival perusahaan teknologi. Apple bertaruh para pelanggan tidak akan memanfaatkan perintah suara tanpa pengalaman serupa dengan berbicara kepada manusia, sehingga perusahaan tersebut membatasi apa yang akan dilakukan oleh Siri guna memastikan asisten virtual tersebut dapat melakukannya dengan baik.

Amazon tidak membatasi kemampuan Alexa, dengan bertaruh bahwa asisten berbasis suara dengan “ketrampilan” paling banyak, istilah yang digunakannya untuk aplikasi pada alat asisten virtual yang bernama Echo itu, akan mendapatkan pengikut setia, bahkan apabila alat tersebut kadang-kadang berbuat kesalahan dan perlu upaya lebih untuk menggunakannya.

Benturan pendekatan semakin mendekati kepala pelanggan karena asisten virtual yang merespon pada perintah suara menjadi prioritas dari perusahaan-perusahaan teknologi ternama, yang ingin menemukan cara-cara untuk melibatkan para pelanggan dan menghasilkan lebih banyak uang lewat layanan belanja dan beragam layanan online.

Siri vs Alexa

Saat ini, seorang pengguna iPhone dapat mengatakan, “Hey Siri, saya ingin pesan kendaraan ke bandara” atau “Hey Siri, tolong pesankan tumpangan untuk saya,” dan Siri akan membuka aplikasi layanan tumpangan Uber atau Lyft dan mulai membuat pesanan untuk sebuah perjalanan.

Terpisah dari beberapa fungsi dasar rumah tangga atau musik, Alexa perlu petunjuk yang lebih spesifik, dengan menggunakan seperangkat perintah dalam jumlah terbatas seperti “minta” atau “sampaikan.” Contohnya, “Alexa, minta Uber untuk kirimkan tumpangan,” akan memulai proses untuk memesan sebuah kendaraan, namun “Alexa, pesankan saya kendaraan dari Uber” tidak akan menjalankan perintah, karena Alexa tidak menjalankan koneksi untuk membuka aplikasi Uber.

Setelah beberapa penyetelan di awal, Alexa dapat memesan pizza dari Domino, sementara Siri tidak dapat memesan pizza, karena jasa pengiriman pemesanan makanan – sejauh ini – belum menjadi salah satu kategori aplikasi yang disediakan oleh Apple untuk mengakses Siri.

“Dengan gaya khas Apple, mereka hanya memungkinkan untuk menjalankan sedikit aplikasi, namun mereka melakukannya dengan sangat baik,” ujar Charles Jolley, CEO Ozlo, pembuat aplikasi asisten pintar.

juru bicara Apple, Trudy Muller mengatakan perusahaannya tidak bersedia berkomentar apapun tentang rencananya pada para pengembang aplikasi.

Amazon mengatakan dalam sebuah pneryataannya: “Tujuan kami adalah untuk membuat berbicara dengan Alexa sealami dan semudah mungkin, jadi kami sedang mencari cara-cara untuk meningkatkan kemampuannya seiring berjalannya waktu.”

Menu sampingan, bukan sajian utama

Fokus Apple yang lebih sempit dapat menjadi masalah, ujar MattMcIlwain, seorang pemodal ventura dari Madrona Venture Group yang berkantor pusat di Seattle.

Potensi Apple iPhone yang asli tidak tampak hingga ribuan pengembang aplikasi mulai membangun aplikasi untuk perangkat tersebut.

McIlwain mengatakan ia berharap Apple akan menambahkan kategori yang baru pada ajang perhelatan Worldwide Developers Conference pekan depan, namun tidak akan cukup untuk menandingi jumlah ketrampilan yang dimiliki Alexa.

“Untuk menarik para pengembang aplikasi di dunia modern, anda perlu sebuah platform,” uar McIlwain. “Apple akan berbuat kesalahan apabila perusahaan itu tidak meluncurkan ‘toko ketrampilan.’”

Arah yang ditempuh baik oleh Siri ataupun Alexa untuk menghasilkan uang masih belum jelas.

Siri bekerja sebagai perangkat tambahan untuk mengendalikan aplikasi tradisional dan Apple membayar pemilik dari aplikasi-aplikasi itu. Ketrampilan yang dimiliki Alexa sifatnya gratis, dan para pengembang aplikasi perangkat tersebut tidak mendapat bayaran.

Saat ini, dengan segala keterbatasannya, aplikasi berbasis suara adalah “menu tambahan, bukan sajian utama,” menurut Oren Etzioni, CEO Allen Institute for Artificial Intelligence. [ww]

XS
SM
MD
LG