Tautan-tautan Akses

AS

Setelah Obama, Program Bantuan Luar Negeri Hadapi Ketidakpastian

  • Steve Heman

Calon Menlu AS yang diunggulkan Presiden terpilih Donald Trump, Rex Tillerson, memberikan keterangan dalam sidang konfirmasi posisi Menlu di Gedung Capitol, 11 Januari 2107. (AP Photo/Steve Helber)

Program favorit pemerintahan Obama untuk membantu negara-negara lain, seperti mitigasi perubahan iklim dan kontrasepsi, bisa terancam setelah pelantikan presiden minggu ini.

Tampaknya lebih pasti adalah semua bantuan luar negeri Amerika Serikat akan diperiksa dengan teliti oleh seorang presiden dan menteri luar negeri yang memiliki reputasi dalam dunia bisnis berfokus pada laba perusahaan.

Pada sidang konfirmasi posisi menteri luar negeri, para senator menanyai Rex Tillerson tentang cara mencegah bantuan Amerika Serikat, donor terbesar di dunia, agar tidak dialihkan atau dicuri oleh rezim yang korup.

"Jika kita akan menyerahkan bantuan ke negara di mana kita tahu berisiko, apa yang bisa kita lakukan dalam pelaksanaan pengiriman bantuan itu?," kata Rex Tillerson, calon Menlu AS unggulan Presiden terpilih Donald Trump.

Presiden terpilih Donald Trump dan pemerintahannya kemungkinan besar akan mengutamakan bantuan luar negeri untuk meningkatkan hak cipta, aturan hukum dan memerangi korupsi di negara yang bersangkutan.

"Terlalu banyak bantuan asing yang diberikan oleh negara-negara Barat, baik oleh Amerika Serikat maupun negara-negara anggota Organisasi kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), yang akhirnya hanya berfungsi mengamankan kekuasaan rezim yang korup," kata analis dari Heritage Foundation James Roberts.

Beberapa jenis program yang selama ini membuat kaum konservatif keagamaan gusar juga hampir pasti akan ditinjau kembali mengingat Gedung Putih dan kedua majelis Kongres sekarang di bawah kendali Partai Republik.

"Tentu saja ada kekhawatiran, terutama di bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, terutama dalam pencegahan dan pengobatan HIV-AIDS," jelas Amanda Glassman dari Center For Global Development.

Tapi menurut menteri luar negeri yang akan segera meletakkan jabatannya, Amerika Serikat malah perlu memberikan bantuan lebih besar dari $34 miliar yang disediakan untuk tahun fiskal ini. John Kerry ingin "Marshall Plan" baru terutama untuk memastikan pendidikan bagi anak-anak yang berisiko dicuci otaknya oleh fundamentalis Muslim.

"Ada sekitar satu setengah miliar anak-anak di dunia di bawah usia 15. Lebih dari 400 juta dari mereka tidak akan bersekolah, dan itu adalah masalah bagi kita semua," kata John Kerry.

Di bawah berbagai pemerintahan, diplomasi, pembangunan dan bantuan asing telah mendapat dukungan kuat dari kedua partai. Dan para diplomat AS cukup optimistis pemerintahan yang baru juga akan terus melihat bantuan luar negeri tersebut berguna untuk keamanan dan kepentingan ekonomi. [as/ab]

XS
SM
MD
LG