Tautan-tautan Akses

AS

Kandidat Menlu AS Janjikan Deplu yang Lebih Ramping dan Tegas


Kandidat Menteri Luar Negeri yang diajukan presiden terpilih Donald Trump, Rex Tillerson memberikan keterangan di Gedung Capitol, Washington, di hadapan Senat Komite Hubungan Luar Negeri AS, 11 Januari 2017. (AP Photo/J. Scott Applewhite).

Rex Tillerson menunjukkan kesan bahwa secara umum ia siap, berbicara tanpa catatan, dan menjawab sebagian besar pertanyaan yang dilontarkan para senator dengan mendapatkan simpati baik dari fraksi Republik maupun Demokrat.

Diplomasi Amerika dalam waktu dekat mungkin akan menjadi lebih ramping dan bersikap lebih keras.

Kandidat menteri luar negeri yang diajukan presiden terpilih Donald Trump hari Rabu bertekad akan merampingkan Departemen Luar Negeri untuk membuatnya lebih efisien dan “hemat biaya.”

“Saya perhatikan ada beberapa kotak lagi yang ditambahkan dalam bagan organisasi departemen dalam beberapa tahun belakangan,” kata Rex Tillerson kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada sidang pengukuhannya.

Direktur komunikasi bagi ketua komite Bob Corker mengatakan tidak akan ada sidang hari kedua untuk Tillerson. Senator Jeff Sessions menghadapi sidang dua hari terkait pencalonannya sebagai jaksa agung.

Tillerson, Rabu (11/1) juga mengisyaratkan sikap lebih keras terhadap China, khususnya terkait aktivitas militernya di perairan sengketa.

Pembangunan fasilitas-fasilitas militer Beijing di pulau-pulau di Laut China Selatan “sama dengan pengambilalihan Krimea oleh Rusia,” kata Tillerson kepada para senator dalam salah satu pernyataan tegasnya dalam sidang pengukuhannya selama sembilan jam.

"China perlu menerima sinyal jelas bahwa pembangunan pulaunya itu harus dihentikan dan pembangunan lebih lanjut “tidak akan dibiarkan,” ujarnya.

Tillerson menunjukkan kesan bahwa secara umum ia siap, berbicara tanpa catatan, dan menjawab sebagian besar pertanyaan yang dilontarkan para senator dengan mendapatkan simpati baik dari fraksi Republik maupun Demokrat.

Demonstran dan para pengejek di Ruang 106 di Gedung Senat Dirksen menginterupsi sidang itu beberapa kali.

Tillerson, sebagaimana halnya Donald Trump, akan menduduki jabatan itu tanpa pengalaman sebelumnya di pemerintahan atau militer.

Di antara isu keprihatinan yang diajukan para senator adalah apakah kariernya di sebuah perusahaan minyak akan mewarnai pandangan globalnya.

Namun yang jelas dari tanggapan Tillerson hari Rabu adalah kemungkinan besar ada perubahan segera dalam sejumlah perjanjian internasional yang dibuat oleh pemerintahan Obama. Ini mencakup kemungkinan penutupan kembali hubungan dengan Kuba yang dibuka baru-baru ini dan ditinjaunya kembali perjanjian nuklir beberapa negara dengan Iran. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG