Tautan-tautan Akses

AS

Senator Republik AS Tetap Lakukan Pemungutan Suara RUU Pajak


Anggota Komite Keuangan Senat, Senator Patrick Toomey (dua dari kanan) dan dari kiri, Senator Tim Scott, Senator John Cornyn, dan Ketua Orrin Hatch, berbicara kepada para wartawan setelah pertemuan dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, di Washington, 27 November 2017.

Setelah bertemu dengan Presiden Donald Trump, para senator Partai Republik, Senin (27/11), menegaskan niat mereka untuk melakukan pemungutan suara mengenai rencana perombakan perpajakan besar-besaran pekan ini.

Bila lolos, perombakan pajak itu akan secara permanen mengurangi pajak perusahaan, mengurangi pajak pendapatan untuk sementara waktu, dan menambah utang nasional lebih dari satu triliun dolar.

“Rencananya untuk sekarang adalah melakukan pemungutan suara di Senat mengenai undang-undang perpajakan,” kata Wakil Ketua Senat John Cornyn. “Sasarannya adalah membuat perekonomian bertumbuh lagi.”

Cornyn dan senator Republik lain dalam Komisi Keuangan Senat menghadiri makan siang kerja dengan Presiden Trump di Gedung Putih, di tengah upaya untuk menggalang sekurang-kurangnya 50 persen suara yang mendukung rancangan undang-undant itu. Fraksi Republik memiliki mayoritas dua suara, dan tidak ada Senator Demokrat yang menyatakan akan mendukung RUU tersebut. Jika hasil pemungutan suara adalah 50-50, Wakil Presiden Mike Pence akan memberikan suara penentu untuk meloloskan RUU itu.

Seorang Senator Republik, Ron Johnson dari Wisconsin, telah menyatakan akan menolak RUU itu dalam bentuknya yang sekarang. Laporan berita mengutip Senator Republik Steve Daines dari Montana mengatakan, RUU itu terlalu menguntungkan perusahaan. Beberapa senator Republik lain telah menyatakan keprihatinan serius mengenai penambahan utang nasional, tetapi tidak menyatakan apakah akan mendukung atau menolak RUU itu. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG