Tautan-tautan Akses

AS

DPR AS Loloskan RUU Reformasi Pajak


Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan seputar reformasi pajak di Gedung Putih, Washington DC, 1 Oktober 2017.

DPR AS menyetujui perubahan signifikan UU pajak untuk pertama kalinya dalam tiga dekade. Lolosnya RUU itu di DPR dengan perbandingan suara setuju dan menentang 227 lawan 205 ini memberi Presiden Donald Trump dan partainya, Partai Republik, kemenangan yang sangat dibutuhkan setelah hampir satu tahun mengalami berbagai kegagalan terkait legislasi.

Usai pemungutan suara hari Kamis, Ketua DPR Paul Ryan mengatakan, “Ini sungguh luar biasa.” RUU ini berhasil menggalang lebih dari 218 jumlah suara minimal yang dibutuhkan untuk bisa lolos dari DPR. Tiga belas anggota DPR dari Partai Republik menentang RUU itu dengan alasan legisasi tersebut akan memberi dampak finansial buruk terhadap konstituen mereka.

Mengenai lolosnya RUU reformasi pajak itu di DPR, Ryan mengatakan, “Meloloskan RUU ini adalah satu-satunya hal terbesar yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan ekonomi, mengembalikan kesempatan, dan membantu keluarga-keluarga berpenghasilan menengah yang berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Berdasarkan rencana ini, rata-rata keluarga dengan tingkat penghasilan berapa pun mendapat potongan pajak.”

Presiden Donald Trump (kiri) bersama Ketua DPR AS Paul Ryan di Capitol Hill, Washington DC, 16 November 2017.
Presiden Donald Trump (kiri) bersama Ketua DPR AS Paul Ryan di Capitol Hill, Washington DC, 16 November 2017.

Ryan pantas berlega hati karena reformasi UU perpajakan ini tampaknya terancam gagal sebelumnya tahun ini setelah para legislator Partai Republik berusaha, namun gagal, mewujudkan janji kampanye mereka lainnya: membatalkan dan mengganti UU Layanan Kesehatan yang akrab disebut Obamacare.

Menurut Ryan, RUU itu terutama untuk mengangkat keluarga-keluarga kelas menengah yang selama ini terengah-engah, dan secara umum demi pertumbuhan ekonomi Amerika.

“Kenapa kita lakukan semua ini? Karena ini soal memberi pekerja lebih banyak gaji bersih. Ini soal menaikkan upah. Ini menyangkut upaya membantu keluarga-keluarga yang berjuang untuk bangkit dan maju, dan memberi rakyat Amerika jenis ekonomi yang layak mereka dapatkan,” ujarnya.

Anggota DPR dari Partai Republik Steve Callise mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari usaha Presiden Trump.

“Pada setiap tahapan, Presiden Trump terlibat langsung. Ia terus-menerus membicarakan betapa inginnya ia memberikan keringanan pajak ke kelompok menengah untuk memastikan ini adil untuk semuanya,” katanya.

Pada Kamis, sebelum pemungutan suara dilangsungkan, dalam pertemuan mingguan Partai Republik, Trump sempat menyampaikan pidato yang mendesak para legislator partai itu untuk memberikan dukungan terhadap reformasi pajak tersebut.

Presiden sendiri tidak membahas bagaimana kemungkinan legislasi itu bisa lolos di Senat. Ia hanya mengatakan kepada para legislator Partai Republik di DPR bahwa kini saatnya untuk menempatkan perusahaan-perusahaan AS pada posisi yang lebih bisa bersaing.

Keberhasilan ini sebetulnya sudah banyak diperkirakan oleh para tokoh Partai Republik. Sebelum pertemuan mingguan itu, Tom Cole, anggota DPR dari Oklahoma mengatakan, Presiden Trump hampir meraih kemenangan besar karena untuk pertama kalinya sejak 1986 akan menandatangani sebuah UU yang mereformasi pajak.

Dave Bratt, anggota DPR lainnya dari parti Republik mengatakan, “Kami ingin Trump meyakinkan rakyat Amerika. Ia sangat pandai dalam urusan itu. RUU pajak ini baik, pro-pertumbuhan dan pro-bisnis.”

Namun, tidak seorangpun anggota DPR dari Partai Demokrat memberikan dukungan terhadap RUU itu. Mengenai RUU yang lolos tanpa dukungan Demokrat itu, ketua faksi minoritas DPR, Nancy Pelosi menjelaskan: “Ini memangsa kelas menengah dan mereka yang menginginkannya. Ini menguliti dan menjarah kelas menengah. Ini adalah perundang-undangan yang memalukan, dan orang-orang Republik seharusnya tahu lebih baik.”

Meski ada optimisme di kalangan Partai Republik di DPR, RUU itu kini menghadapi rintangan besar di Senat.

Kamis malam (16/11), panel penyusun reformasi pajak di Senat telah menyelesaikan RUU versi Senat yang akan disampaikan pekan depan setelah liburan Hari Bersyukur. RUU itu mendapat tentangan keras Partai Demokrat yang menuding RUU itu keringanan pajak bagi orang-orang kaya. Beberapa senator Partai Republik juga menunjukkan keraguan mereka untuk mendukung RUU tersebut. Padahal Partai Republik menguasai Senat dengan selisih tipis, 52 lawan 48.

Sejumlah anggota kongres dari kedua partai juga mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap rencana reformasi pajak yang terkesan terburu-buru ini. Pemerintahan Presiden Trump ingin RUU itu sampai di Gedung Putih sebelum akhir tahun. [ab/lt]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG