Tautan-tautan Akses

AS

Trump Desak DPR Partai Republik Berlakukan Perombakan Pajak


Presiden Amerika Donald Trump berbicara mengenai reformasi pajak di Harrisburg, Pennsylvania (foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump hari Kamis (16/11) mendesak diberlakukannya adopsi perombakan undang-undang pajak yang rumit ketika ia bertemu dengan kaukus mayoritas Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat tidak lama menjelang pemungutan suara mengenai masalah ini.

Para pemimpin Partai Republik di DPR telah menyuarakan optimisme akan punya cukup suara untuk menyetujui perubahan yang akan mengurangi tingkat pajak perusahaan Amerika dari 35 persen, salah satu tingkat pajak yang tertinggi di dunia, menjadi 20 persen dan memotong pajak jutaan warga kelas menengah tapi tidak semua orang.

Langkah tersebut akan menambah 1,5 triliun dolar pada utang jangka panjang negara sebesar 20 triliun dolar. Trump, tanpa pencapaian legislatif penting dalam 10 bulan pertamanya menjabat, mendesak Kongres untuk melakukan perombakan pajak menjelang Natal tanggal 25 Desember.

Namun, perubahan pajak itu kontroversial dan tidak ada anggota parlemen dari Partai Demokrat yang mengumumkan dukungan mereka. Para pemimpin Partai Republik di Senat mengajukan rencana pajak sendiri, namun nasibnya tidak pasti, dengan anggota Partai Republik hanya punya mayoritas 52 melawan 48 suara.

Senator Ron Johnson dari Wisconsin hari Rabu menjadi senator Partai Republik pertama yang mengumumkan tentangannya terhadap versi perubahan Senat dan DPR karena tidak memberikan potongan pajak yang cukup untuk membantu usaha kecil.

Partai Demokrat menentang upaya pemotongan pajak Partai Republik, yang dikatakan sangat menguntungkan pembayar pajak terkaya di Amerika, tanpa cukup membantu orang-orang yang menghasilkan uang lebih sedikit.

Hampir setiap pembayar pajak Amerika akan terpengaruh oleh perubahan yang sedang dipertimbangkan itu, namun perombakan itu mengalami banyak hambatan di Kongres sehingga rakyat terus mendesak sapakah mereka akan mendapatkan pemotongan pajak atau tidak.

Trump dalam akun Twitter-nya mengatakan, "Potongan pajak makin dekat!" Tapi ia meremehkan anggota DPR Partai Demokrat yang menolak dukungan mereka, dengan mengatakan, "Mengapa Demokrat melawan pemotongan pajak besar-besaran untuk kelas menengah dan bisnis (pekerjaan)? Alasannya: Mengacaukan dan Menunda!"

Seorang tokoh penting Partai Republik, anggota Kongres Kevin Brady, mengatakan rencana DPR tersebut "mencerminkan langkah berani yang akan memungkinkan kita sebagai negara keluar dari status ekonomi yang sangat lamban sekali dan bagi semua."

Meski demikian, Trump telah memperumit desakannya mengena informasi pajak dengan meminta agar Kongres memasukkan ketentuan yang akan mengakhiri persyaratan bagi kebanyakan orang Amerika untuk membeli asuransi kesehatan atau membayar denda jika tidak melakukannya. Kongres awal tahun ini gagal merombak kebijakan asuransi kesehatan yang diperjuangkan mantan Presiden Barack Obama, undang-undang yang biasa dikenal dengan nama Obamacare.

Anggota parlemen Demokrat, dan beberapa Partai Republik, menentang untuk melampirkan perubahan undang-undang kesehatan mengenai membeli asuransi dalam UU pajak, yang jika dipertahankan dalam RUU pajak, bisa menghambat pelolosannya, terutama di Senat.

Ketika Trump dalam lawatannya ke lima negara Asia, Trump mamasang pesan di Twitter, "Saya bangga dengan DPR & Senat (Partai Republik) karena telah bekerja keras dalam memangkas pajak (& reformasi.) Kami semakin dekat! Sekarang, bagaimana dengan mengakhiri Mandat tidak adil & sangat tidak populer (individu) di OCare & mengurangi pajak lebih jauh lagi? [my/al]

XS
SM
MD
LG