Tautan-tautan Akses

AS

Senator Graham: Ancaman Pemakzulan Justru Perkuat Posisi Trump


Senator Lindsey Graham

Seorang senator fraksi Republik meramalkan hari Minggu (26/5), jika fraksi Demokrat yang beroposisi di DPR mencoba memakzulkan Presiden Donald Trump, presiden akan terpilih lagi tahun depan dan Partai Republik kembali akan mengambil alih kendali DPR.

Senator senior partai Republik, Lindsey Graham, sekutu kuat Trump mengatakan pada stasiun TV Fox News bahwa apabila ketua DPR Nancy Pelosi mengizinkan dimulainya proses pemakzulan, “itu akan merupakan tindakan bunuh diri oleh partai Demokrat.”

Kata Graham lagi, Pelosi akan mempertaruhkan jabatannya kalau ia membiarkan proses pemakzulan dimulai.

Kira-kira 30-an anggota Demokrat dan seorang anggota partai Republik dalam DPR yang beranggotakan 435 orang itu telah menyerukan dimulainya sidang dengar pendapat untuk memulai proses impeachment (pemakzulan) terhadap presiden Trump.

Sidang itu akan mempertimbangkan apakah presiden telah merintangi jalannya penyelidikan dengan berusaha menggagalkan penyelidikan oleh jaksa khusus Robert Mueller tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun 2016. Kalaupun DPR sepakat untuk memakzulkan Trump, Senat yang dikuasai partai Republik kemungkinan besar tidak akan sepakat untuk menurunkan Trump dari jabatannya.

Sedemikian jauh, Pelosi masih menolak seruan-seruan untuk dimulainya proses pemakzulan, tapi memilih melanjutkan berbagai penyelidikan yang diadakan oleh komite-komite DPR tentang masalah keuangan Trump, tentang pajak-pajak yang dibayarnya atau tidak, dan usaha yang dilakukannya sejak ia menjadi presiden untuk mengakhiri penyelidikan oleh Mueller, ataupun untuk mengecilkan ruang lingkup penyelidikan itu.

Tapi minggu lalu, Pelosi mengatakan presiden Trump telah berusaha menutup-nutupi penyelidikan karena tidak mau bekerja sama dengan pihak Demokrat yang sedang mengadakan penyelidikan itu.

Pelosi mengatakan, penyelidikan oleh DPR itu “bisa mengarahkan kita pada pemakzulan, tapi saat ini kita belum sampai kesana.”

Trump dengan tegas menolak tuduhan melakukan usaha menutup-nutupi penyelidikan seperti yang dituduhkan Pelosi. Dalam pertemuan singkat di Gedung Putih minggu lalu, Trump tidak mau berunding dengan Pelosi dan pemimpin kelompok minoritas dalam Senat, Chuck Schumer tentang berbagai kebijakan pemerintah karena komisi-komisi DPR terus mengadakan penyelidikan tentangannya.

“Saya tidak mau berunding dalam keadaan seperti ini. Apa yang mereka lakukan adalah pelecehan. Tapi biarlah mereka terus melanjutkan permainan ini.” kata Trump.

Hasil penyelidikan Robert Mueller menyimpulkan, Trump tidak berkolusi dengan Rusia untuk membantunya menang. Ia membeberkan 11 kemungkinan perilaku menghambat, walaupun tidak menyimpulkan apakah ia seharusnya dituntut pidana. Namun, Jaksa Agung William Barr dan Wakil Jaksa Agung kala itu Rod Rosenstein memutuskan Trump tidak dikenakan dakwaan pidana. (ii)

XS
SM
MD
LG