Tautan-tautan Akses

AS

Kasus-Kasus Kematian Migran Anak Perburuk Pertikaian Soal Imigrasi di AS


Keluarga migran dari Guatemala yang meninggal akibat terserang flu saat berada di penahanan migran di AS. (Foto: VOA/videograb)

Pemerintahan Trump menuding krisis kemanusiaan dan keamanan yang meningkat di perbatasan Selatan AS sebagai penyebab kematian beberapa migran anak. Penjabat menteri dalam negeri AS mengatakan kepada sebuah panel Senat, Kamis, jumlah kedatangan migran yang meningkat cepat dalam beberapa bulan terakhir mempersulit usaha memproses para pendatang itu, termasuk anak-anak yang bermigrasi tanpa ditemani keluarga mereka. Reporter VOA Zlatica Hoke melaporkan, kematian migran anak dalam penahanan AS menimbulkan kemarahan publik.

Cerita-cerita mengenai anak-anak yang dipisahkan dari orang tua mereka, dan anak-anak yang tidur di lantai di lokasi pemrosesan pintu-pintu perbatasan, mengundang kecaman kelompok-kelompok HAM, politisi-politisi dan banyak warga biasa Amerika. Anak laki-laki berusia 16 tahun dari Guatemala yang meninggal akibat flu sebelumnya bulan ini adalah migran anak ke-enam yang meninggal sewaktu dalam penahanan AS. Keluarganya di Guatemala, termasuk ibunya, Gilberta Vazquez , berusaha mencari informasi lebih banyak mengenai kematiannya.

"Tidak ada informasi mengenai bagaimana ia meninggal. Itu yang saya ingin tahu. Dan yang saya perjuangkan adalah meminta mereka mengirim jenazahnya sesegera mungkin,” jelasnya.

Penjabat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kevin McAleenan mengatakan, kementerian yang dipimpinnya kekurangan dana untuk bisa menangani secara memadai banyaknya pendatang di perbatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Hampir 110.000 migran berusaha melintas masuk tanpa status yang legal bulan lalu – terbanyak dalam lebih dari satu dekade. Dan lebih dari 65%, sebagaimana Anda tegaskan, adalah keluarga dan anak-anak yang datang tanpa pendamping. Itu berarti lebih dari 40.000 anak memasuki sistem imigrasi dalam satu bulannya,” kata McAleenan.

McAleenan mengatakan, besarnya jumlah anak dan keluarga yang terus membengkak membuat banyak pegawai perbatasan tidak bisa melakukan kewajiban utama mereka untuk menjaga keamanan, sehingga mempermudah para kriminal menyelundupkan narkoba dan manusia ke AS.

“Empat puluh persen agen-agen kami terpaksa melakukan pekerjaan yang tidak seharusnya. Mereka mengurus transportasi, mengawasi rumah sakit, memberi makan dan membersihkan tempat-tempat penahanan migran. Ini menimbulkan resiko keamanan perbatasan yang signifikan, yang menurut saya tidak bisa kita tolerir, mengingat bahaya narkoba terhadap masyarakat kita di berbagai penjuru negara ini.”

Kebijakan keras imigrasi Trump dikecam oleh para tokoh Partai Demokrat. Seorang legislator dari Illinois, Rabu, menuduh pemerintah sengaja melakukan kekejian. Pernyataannya itu dirahasiakan, namun mencerminkan dalamnya perpecahan partisan dalam masalah imigrasi.

Kasus-Kasus Kematian Migran Anak Perburuk Pertikaian Soal Imigrasi di AS
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:00 0:00

Mitt Romney, senator Partai Republik dari Utah, menyerukan agar para anggota Kongres dari Partai Demokrat dan Partai Republik bekerjasama untuk mengamankan perbatasan.

“Mengamankan perbatasan, dan mencegah para pendatang membanjiri perbatasan secara illegal adalah sesuatu yang menurut saya bisa kita lepaskan dari perbedaan politik.”

Para legislator sepakat bahwa krisis perbatasan membutuhkan sumber daya tambahan, dan beberapa di antara mereka mengatakan bahwa uang saja tidak bisa menyelesaikan masalah. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG