Tautan-tautan Akses

AS

Senator AS Hadiri Briefing Soal Korea Utara di Gedung Putih

  • Michael Bowman

Senator AS Chris Coons berbicara kepada media usai briefing soal Korea Utara di Gedung Putih, Rabu (26/4).

Sementara ketegangan semakin memanas di semenanjung Korea, seluruh anggota Senat AS menuju ke Gedung Putih untuk briefing rahasia tentang ancaman Korea Utara dan strategi pemerintahan Trump untuk melawannya.

Presiden Donald Trump mengundang ke-100 senator Amerika ke Gedung Putih hari Rabu (26/4) untuk briefing rahasia yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Jim Mattis, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Direktur Intelijen Nasional Dan Coats dan Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal Joseph Dunford.

Senator dari kedua partai benar-benar yakin bahwa Korea Utara sedang berlomba mengembangkan kemampuan untuk melakukan serangan nuklir ke Amerika.

“Itu sangat berbahaya,” kata Senator Coons.

Chris Koons dari Partai Demokrat mengatakan, tidak ada misteri tentang ambisi pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

"Dia mengerahkan seluruh sumber daya negaranya untuk mengembangkan bukan hanya senjata nuklir, tetapi juga sarana untuk menyerang. Bukan hanya sarana untuk mengerahkan rudal itu, tetapi khususnya untuk menyerang Amerika," imbuhnya.

Susan Collins dari Partai Republik menunggu pesan yang jelas dari Gedung Putih.

"Saya ingin mendengar lebih banyak tentang kemampuan Korea Utara, usaha kita melibatkan China dalam menekan Korea Utara agar menghentikan program nuklirnya dan opsi-opsi lain dalam bentuk sanksi."

Mengundang seluruh badan legislatif ke Gedung Putih adalah langkah yang tidak biasa dan hanya diperuntukkan untuk masalah-masalah yang sangat penting.

Di tengah-tengah meningkatnya ketegangan seputar program rudal dan nuklir Korea Utara, militer AS mulai memindahkan beberapa bagian dari sistem pertahanan anti-rudal ke sebuah lokasi di Korea Selatan.

Demonstran berhadap-hadapan dengan polisi di daerah Seongju hari Rabu ketika truk-truk yang dimuati unsur-unsur dari Sistem Pertahanan Udara atau yang disebut THAAD itu mengangkutnya ke bekas lapangan golf. Unsur-unsur pertama sistem THAAD itu dikirim ke Korea Selatan pada awal Maret.

Seoul dan Washington mengatakan, satu-satunya tujuan sistem THAAD yang canggih itu adalah membela diri terhadap peluncuran rudal dari Korea Utara, dan membantah klaim China bahwa ini merupakan ancaman bagi keamanan China.

Korea Utara telah melakukan beberapa uji coba rudal balistik dalam beberapa bulan terakhir, dan diduga sedang mempersiapkan uji coba senjata nuklir keenam, meskipun ada penentangan kuat dari China dan sanksi ekonomi yang berat dari masyarakat internasional.

Trump awal pekan ini mengatakan, "status quo di Korea Utara" tidak bisa diterima dan bahwa Dewan Keamanan PBB harus siap menerapkan sanksi tambahan yang lebih tegas terhadap program nuklir dan rudal balistik Korea Utara.

Menurut pemimpin fraksi Republik yang mayoritas di Senat, Mitch McConnell, kesulitan untuk menduga sikap Korea Utara mendorongnya meminta presiden memberi briefing mengenai negara itu kepada semua Senator. [ka/ps]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG