Tautan-tautan Akses

Selandia Baru Harap Segera Tawarkan Program Peluncuran Roket Komersial ke Antariksa


CEO Rocket Lab Peter Beck

Selandia Baru tidak memiliki program antariksa namun dalam waktu dekat akan meluncurkan roket komersial lebih sering dibanding AS. Itu akan menjadi kenyataan bila rencana perusahaan Rocket Lab yang berbasis di California berjalan sesuai rencana.

Didirikan oleh seorang Selandia Baru, Peter Beck, perusahaan itu diberi izin resmi, pekan lalu, untuk melangsungkan uji peluncuran roket dari sebuah semenanjung terpencil di negara Pasifik Selatan itu. Menurut rencana, Rocket Lab akan meluncurkan roket Electron pertamanya hari Senin (22/5).

Menteri Pembangunan Ekonomi Selandia Baru Simon Bridges mengaku antusias dengan rencana tersebut. Ia mengatakan, bila ini terwujud, negaranya akan menjadi salah satu negara kecil, di antara negara-negara besar dunia, yang berhasil mencatat prestasi sangat mengesankan di bidang antariksa.

Rocket Lab mengantisipasi munculnya peluang pasar pengiriman berbagai peralatan kecil, beberapa bahkan seukuran telepon pintar, ke orbit rendah bumi. Peralatan-peralatan itu digunakan untuk berbagai kepentingan seperti pengawasan pertanian hingga penyediaan jasa internet.

Perusahaan itu berharap, peluncuran komersial ini mulai bisa ditawarkan ke pasar akhir tahun ini dan berharap suatu saat kelak akan bisa melakukan peluncuran itu setiap pekan. Rocket Lab berencana untuk menekan biaya pengiriman dengan hanya menggunakan roket ringan sekali pakai. Ini berbeda dengan program-program yang ditawarkan perusahaan-perusahaan antariksa lain, seperti SpaceX, yang menggunakan roket berukuran besar untuk mengangkut muatan yang lebih berat.

Bridges mengatakan, jika Rocket Lab berhasil, ini akan mengubah persepsi orang terhadap Selandia Baru, dari negara yang kaya dengan pertanian dan pemandangan indah menjadi negara yang sedang mengalami kebangkitan teknologi. [ab]

XS
SM
MD
LG