Tautan-tautan Akses

Sekjen PBB Serukan Dunia Internasional Tak ‘Abaikan’ Afghanistan


Sekjen PBB Antonio Guterres

Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan agar dunia internasional tidak mengabaikan Afghanistan. Sementara di kawasan Timur Tengah, Qatar, dan Yordania membahas perkembangan negara di Asia Selatan itu. 

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat terkait situasi di Afghanistan pada hari Senin (16/8) di New York. Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mendesak para anggota badan tertinggi PBB itu untuk tidak "mengabaikan" Afghanistan.

“Dunia internasional mengikuti peristiwa di Afghanistan dengan rasa sedih dan kegelisahan mendalam tentang apa yang terjadi selanjutnya. Banyak hal itu menyangkut kemajuan, keseimbangan, harapan, impian generasi muda perempuan dan anak perempuan Afghanistan, anak laki-laki dan kaum laki-laki. Sangat serius, bagaimana pun, saya mendesak semua pihak, terutama Taliban, untuk menahan diri sepenuhnya, melindungi kehidupan juga memastikan bahwa kebutuhan kemanusiaan dapat terpenuhi,” imbau Guterres.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Qatar telah membahas isu-isu regional termasuk perkembangan di Afghanistan dengan beberapa pejabat senior Yordania di ibu kota Amman.

Menlu Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani
Menlu Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani

Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani mengatakan, “Ada kekhawatiran internasional atas cepatnya berbagai peristiwa di Afghanistan. Qatar dengan segala upaya berusaha agar alih kekuasaan tercapai secara damai - terutama setelah kevakuman yang terjadi kemarin dengan cepatnya (peralihan kekuasaan, red.) itu terjadi."

Ia menambahkan, "Selain itu, diharapkan adanya pendahuluan dalam solusi politik yang komprehensif, sebuah gencatan senjata yang komprehensif di Afghanistan, dan pentingnya mempertahankan berbagai kemajuan tanpa mempengaruhi keamanan rakyat Afghanistan.”

Sheikh Al-Thani bertemu dengan Perdana Menteri Yordania Bisher al-Khasawneh dan Menteri Luar Negeri Ayman Safadi. Pejabat Qatar itu menyatakan negaranya bekerjasama dengan PBB dan mitra-mitra internasional untuk mengamankan keberangkatan yang aman bagi para diplomat asing di Afghanistan.

Di Bandara Internasional Kabul terlihat ratusan warga Afghanistan yang panik berlarian melintasi landasan sambil sesekali terdengar suara tembakan, seperti terlihat dalam rekaman video di sejumlah media sosial pada Minggu malam. Pada pagi hari, imbauan yang dikirim otoritas penerbangan sipil mengumumkan layanan penerbangan sipil bandara itu telah ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Warga Afghanistan naik ke atas sebuah pesawat saat mereka menunggu di bandara internasional Hamid Karzai di Kabul Senin 16 Agustus 2021, ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari rezim Taliban. (Foto: Wakil Kohsar / AFP)
Warga Afghanistan naik ke atas sebuah pesawat saat mereka menunggu di bandara internasional Hamid Karzai di Kabul Senin 16 Agustus 2021, ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari rezim Taliban. (Foto: Wakil Kohsar / AFP)

Italia telah mengevakuasi 70 staf kedutaan dan karyawan yang berkewarganegaraan Afghanistan dari ibukota Kabul. Pesawat itu dijadwalkan tiba di Roma hari Senin. Video yang diambil di bandara internasional Kabul dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Italia menunjukkan orang-orang berjalan menaiki tangga untuk masuk ke pesawat dalam kegelapan.

Evakuasi itu adalah bagian dari Operasi Italia Aquila Omnia (atau Elang Siap untuk Situasi Apa Pun) untuk segera mengevakuasi staf diplomatik Italia, warga negara dan karyawan Afghanistan bersama anggota keluarga mereka. Italia merupakan salah satu kontingen terbesar di Afghanistan sebelum penarikan pasukan internasional.

Wartawan Italia Francesca Mannocchi, yang berada dalam pesawat, mengatakan pesawat itu membawa 20 karyawan kedutaan Afghanistan dan keluarga mereka, termasuk perempuan dan anak-anak. Sebelum Taliban menang, 228 warga Afghanistan dan keluarga mereka telah dipindahkan ke Italia.

Arab Saudi mengatakan telah mengevakuasi semua diplomat dari kedutaan besarnya di ibu kota Afghanistan, dan pemerintah Selandia Baru mengirim pesawat untuk membantu rakyatnya meninggalkan negara itu.

Arab Saudi mengatakan semua staf dievakuasi dari kedutaan di Kabul pada Minggu karena perubahan kondisi di lapangan, bergabung dengan negara-negara lain yang juga telah menutup kedutaan mereka setelah Taliban menguasai Kabul.

Sekjen PBB Serukan Dunia Internasional Tak ‘Abaikan’ Afghanistan
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:47 0:00

Pemerintah Selandia Baru mengatakan mengirim pesawat angkut militer C-130 Hercules ke Afghanistan untuk membantu evakuasi 53 warga Selandia Baru dan puluhan warga Afghanistan serta keluarga dekat mereka yang membantu pasukan Selandia Baru ketika mereka ditempatkan di sana. Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan sejauh ini mereka telah mengidentifikasi 37 warga Afghanistan yang telah membantu, tetapi jumlah pengungsi akan mencapai ratusan begitu anggota keluarga mereka dan lain-lainnya diperhitungkan. [mg/lt]

Lihat komentar (5)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG