Tautan-tautan Akses

Sejumlah Seniman di Jatim Dapat Bantuan di Tengah Pandemi Corona


Sejumlah seniman yang terdampak corona menerima bantuan dari Gubernur Jawa Timur (Foto: VOA/Petrus Riski)
Sejumlah seniman yang terdampak corona menerima bantuan dari Gubernur Jawa Timur (Foto: VOA/Petrus Riski)

Masyarakat mulai merasakan dampak perebakan virus corona yang sangat membatasi aktivitas sosial dan ekonomi. Para seniman, adalah salah satu kelompok pekerja informal yang merasakan himpitan itu.

“Numpak sekuter nang yu paina, dalane soro sebab ban’e pecah. Awakku gemeter tak pikir kenek virus corona, tibak’e perkoro ditagih sewane omah. Alhamdulillah kenek disemayani. Sarapan gudeg jangane lodeh, tanggapan sak bajeg batal kabeh.” - Kidung Parikan oleh Kasuwanto (Cak Lupus)

(Terjemahan bahasa Jawa: “naik sepeda motor skuter ke mbak Paina, jalannya susah sebab bannya pecah. Badanku gemetar kupikir kena virus corona, ternyata masalah ditagih bayar sewa rumah. Alhamdulilah bisa dijanjikan. Makan pagi dengan gudeg sayur lodeh, permintaan pentas banyak sekali ternyata batal semua”)

Lantunan kidung parikan (puisi khas Jawa Timur) yang dilantunkan Kasuwanto, atau akrab disapa cak Lupus, mengundang tawa sejumlah seniman dan budayawan yang diundang Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi. Namun, gelak tawa itu menyiratkan kegetiran hidup yang dirasakan Kasuwanto setelah virus corona merebak. Sejumlah jadwal pentas Ludruk yang menjadi sumber pemasukan keluarganya, batal digelar akibat penerapan physical dan social distancing di Jawa Timur dalam satu bulan terakhir.

“Dalam dampak COVID-19 ini, sudah batal total, karena apa, seluruh kegiatan pentas atau pertunjukan ini semua dibatalkan. Jadi, kami berharap banyak kepedulian dari pemerintah kepada teman-teman seniman maupun budayawan yang ada di Jawa Timur khususnya, karena apa, kami sudah tidak bisa beraktivitas kembali,” keluh Kasuwanto.

Ditengah Himpitan Ekonomi Akibat Corona, Seniman Dapat Bantuan di Jatim
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:55 0:00

Kartolo, seniman Ludruk kenamaan di Jawa Timur, juga merasakan imbas pemberlakuan pembatasan sosial akibat corona. Pekerjaan seni panggung dan pengambilan gambar untuk film yang dibintanginya, batal digelar. Meski masih bisa menanggulangi kebutuhan hidup untuk satu bulan ini, Kartolo tidak dapat memikirkan sumber pemasukan apa untuk memenui kebutuhan ekonomi keluargannya kelak.

“Gimana ya, saya itu ada job tiga digagalkan, dan shooting film Yo Wes Ben, tinggal 25-26 tanggal itu juga (batal). Ya untungnya Kartolo Naik Terang Bulan, itu sudah selesai, setelah itu masih ada pemasukan. Setelah ini, satu bulan sudah tidak ada (pemasukan), cucu ada lima, jadi ya, semoga keuangannya lancar,” tutur Kartolo diselingi tawa getir.

Sapari, Kastini dan Kartolo saat melakukan seni peran Ludruk di Surabaya (Foto: VOA/Petrus Riski)
Sapari, Kastini dan Kartolo saat melakukan seni peran Ludruk di Surabaya (Foto: VOA/Petrus Riski)

Kartolo dan seniman lainnya berharap pemerintah memperhatikan kelompok masyarakat yang bekerja di sektor informal, yang hanya mendapat uang dari permainan peran mereka di atas panggung. Sektor informal dengan banyak jenis pekerjaan yang bergantung dari pendapatan harian atau dari setiap jasa yang diberikan, harus menjadi perhatian pemerintah yang menjamin kesejahteraan hidup warganya. Kartolo yang hanya berprofesi sebagai seniman, berharap ada bantuan selama menghadapi masa pandemi corona ini.

“Pemerintah, mohon dipikirkan yang kerjanya cuma seniman, saya itu hanya seniman, ya semoga diperhatikan seperti ini tadi. Benar saya itu punya nama, cuma ya secara ekonomi tidak bisa dijadikan sandaran. Sementara kalau sampai satu bulan, dua bulan lagi, ya akhirnya ya bingung, tidak mungkin jualan apa, sepeda motor, sekarang kalau seperti ini ya murah dapatnya. Terus tidak punya simpanan di bank ya sudah susah, gimana memang, ya tinggal doa saja bagaimana supaya bisa pulih kembali,” ujar Kartolo pasrah.

Baliho di depan gerbang masuk Taman Budaya Jawa Timur mengumumkan penundaan semua pentas seni dan budaya selama dua bulan (Foto:VOA/Petrus Riski).
Baliho di depan gerbang masuk Taman Budaya Jawa Timur mengumumkan penundaan semua pentas seni dan budaya selama dua bulan (Foto:VOA/Petrus Riski).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan adanya bantuan langsung dari pemerintah pusat dan provinsi kepada masyarakat yang terdampak sosial ekonomi akibat virus corona, termasuk para seniman. Hal ini disampaikan Khofifah saat bertemu dan memberikan bantuan kepada para seniman, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto, mengatakan telah memberi bantuan pada 750 seniman. Bagi mereka yang belum terdata juga akan diberi bantuan berupa sembako untuk mendukung kehidupan seniman selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sinarto juga akan mengikut sertakan para seniman dalam kegiatan daring, sehingga bisa terus mendapatkan pendapatan. Total jumlah seniman se-Jawa Timur ada sekitar 6.900 orang.

Seniman Tari di Solo menari memperingati Hari Tari Sedunia tahun 2019 (Foto: VOA/ Petrus Riski).
Seniman Tari di Solo menari memperingati Hari Tari Sedunia tahun 2019 (Foto: VOA/ Petrus Riski).

“Ini kami hanya baru bisa memfasilitasi 750 seniman, nanti yang lain-lain mungkin melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya seperti online, nanti kita jadikan mereka nara sumber, peserta aktif itu bisa, ada skema itu bisa. Dia jadi peserta aktif, lalu ada sekian rupiah untuk bisa mereka terima. Lalu, usulan melalui pra-kerja kita dorong juga melakukan itu. lalu, melalui skema dari provinsi yang bisa kita manfaatkan, semuanya kita manfaatkan,” kata Sinarto kepada VOA

Hingga 21 April 2020, jumlah kasus positif corona di Jawa Timur sebanyak 603 orang. Surabaya, Sidoarjo, Lamongan dan Gresik, menjadi empat daerah tertinggi angka positif corona di Jawa Timur. [pr/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG