Tautan-tautan Akses

Sedikitnya 34 Tewas dalam Bencana Banjir di Jepang


Mobil yang diterjang banjir di Hitoyoshi, Prefektur Kumamoto, Jepang, Minggu, 5 Juli 2020.

Para pakar meteorologi Jepang memperingatkan penduduk di Kumamoto, di Jepang barat daya, untuk bersiap menghadapi lebih banyak lagi hujan deras. Banjir dan tanah longsor telah menewaskan sedikitnya 34 orang dan puluhan lain hilang atau terperangkap di berbagai lokasi yang dilanda banjir.

Para peramal cuaca mengatakan hujan lebat kemungkinan terjadi sepanjang Senin (6/7) dan Selasa (7/7).

Pihak berwenang di Kumamoto mengatakan sebanyak 200 ribu orang mengabaikan anjuran evakuasi akibat virus korona. Mereka lebih memilih untuk diam di rumah dan mengambil risiko dengan menghadapi cuaca buruk.

Hujan lebat setinggi 10 centimeter per jam, menyebabkan Sungai Kuma meluap. Tanah longsor di banyak jalan mempersulit upaya penyelamatan. Aliran listrik dan sambungan komunikasi putus di beberapa desa.

Para pejabat mengatakan banyak dari korban tewas dan hilang merupakan warga lansia dari sebuah panti jompo di dekat sungai itu.

Kantor berita Kyodo mengatakan orang-orang yang naik salah satu helikopternya yang melintasi kawasan itu melihat para korban banjir melambaikan handuk, dekat kata-kata "beras," "air," dan SOS yang ditulis di tanah.

Lebih dari 40 ribu tentara, anggota garda pantai dan pemadam kebakaran membantu upaya pencarian dan penyelamatan. [vm/pp]

XS
SM
MD
LG