Tautan-tautan Akses

Samsung Tertarik Danai “Waste to Energy” Jabar


Para anggota TNI terlibat dalam program pembersihan Sungai Citarum di Bandung Selatan, Jawa Barat. (foto: ilustrasi/Reuters)

Gubernur Ridwan Kamil menawarkan sejumlah proyek infrastruktur di Jawa Barat ketika menggelar pertemuan dengan Samsung Engineering. Perusahaan asal Korea Selatan itu menyatakan tertarik membiayai proyek "Waste to Energy".

Edi Bahtiar dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat mengatakan, Gubernur Ridwan Kamil menawarkan antara lain proyek jalan, air minum, sampai pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSA) alias 'waste to energy'.

Emil – demikian gubernur biasa disapa – juga menyerahkan buku pedoman investasi yang berisi peluang-peluang kerjasama.

“Kang Emil juga membuka keran dan peluang untuk perusahaan-perusahaan yang serius dan punya dana,” jelasnya yang menjabat Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional (UPTD PSTR) ini.

Pertemuan singkat itu berlangsung tertutup di Gedung Sate, Selasa (18/2) sore. Edi mengatakan, Emil menyambut baik minat Samsung berinvestasi.

“Apalagi mereka perusahaan dunia. Artinya mereka punya kapasitas, secara teknik maupun finansial. Tentunya (kami) menyambut baik,” tambah dia.

Apalagi, tambah Edi, Samsung sudah memiliki pengalaman di Korea Selatan tentang municipal waste (sampah perkotaan). Meski begitu, Samsung tetap harus mengikuti proses lelang.

“Mereka punya pengalaman, sudah ada beberapa project yang mereka menangkan dan kelola. Tentunya jadi modal yg bagus lah,” ujarnya.

Samsung Berminat dengan Waste to Energy

Principal Professional Samsung Engineering, Yu Songdo, mengatakan usai bertemu gubernur dia berminat dengan beberapa proyek Waste to Energy dan Waste to Water.

“Karena Provinsi Jawa Barat juga berminat mengembangkan wilayah ini, jadi kami tertarik berpartisipasi dalam kesempatan ini,” ujarnya usai pertemuan.

Songdo mengatakan, dia tertarik dengan Tempat Pengolahan dan Pembuangan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka.

“Kami sangat berminat untuk bergabung dan mengembangkan proyek ini (Legoknangka). Dari segi keahlian teknis di Korea Selatan dan juga kami bisa mengatur investasi finansial,” tambahnya.

Edi Bahiar dari Dinas Lingkungan Hidup Jabar (kedua kiri) berbincang dengan Sondo Yu dari Samsung Engineering (kedua kanan) usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Selasa (18/2) sore. (VOA/Rio Tuasikal)
Edi Bahiar dari Dinas Lingkungan Hidup Jabar (kedua kiri) berbincang dengan Sondo Yu dari Samsung Engineering (kedua kanan) usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Selasa (18/2) sore. (VOA/Rio Tuasikal)

Meski enggan menjelaskan teknologi yang digunakan, Songdo mengatakan sudah berpengalaman di Korea Selatan.

“Kami memiliki incinerator untuk pembuangan sampah perkotaan di Korea Selatan. Kebanyakan proyek kami berjalan dengan jenis proyek ini,” tambah dia.

Dalam situsnya, Samsung Engineering tercatat telah menjalankan proyek pengolahan sampah di Cheonan serta limbah air di Busan dan Jangseong.

Selain proyek lingkungan, Samsung Engineering juga menangani petrokimia, kilang minyak, dan pemrosesan migas.

Anak perusahaan Samsung itu tercatat sudah menjalankan 300 lebih proyek di berbagai negara, mulai dari Cina, Vietnam, sampai Bahrain.

Samsung sendiri sudah pernah datang ke Kota Bandung dalam West Java Investment Summit (WJIS) yang digelar Oktober lalu. Acara itu dihadiri 250 investor dalam dan luar negeri.

Emil Gencar Promosikan Proyek Sampah

TPPAS Legoknangka adalah satu dari sejumlah proyek infrastruktur yang telah lama ditawarkan ke calon investor. Proyek lainnya antara lain TPPAS CIayumajakuning, Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Bandung Raya, SPAM Jatigede, Aerocity Kertajati, dan Monorail Bandung Raya.

Samsung Tertarik Danai “Waste to Energy” Jabar
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:31 0:00


Di sisi lain, Pemprov Jabar pada pertengahan 2020 akan memulai pembangunan fasilitas Plastic to Energy di 5 kota di Jawa Barat. Proyek akan dimulai di Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, dan Galuga, Kabupaten Bogor, dua lokasi yang dianggap paling siap.

Menggandeng investor Inggris, Plastic Energy Ltd., Emil mengatakan seluruh biaya konstruksi ditanggung oleh perusahaan itu. Dengan nilai sekira Rp 750 miliar per lokasi, total proyek ini memakan 3,75 triliun. [rt/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG