Tautan-tautan Akses

AS

RUU Bantuan Ekonomi Terkait Virus Corona Macet di Senat AS


Senat AS, Senin ini (23/3) dijadwalkan melakukan pemungutan suara mengenai paket bantuan ekonomi 1,8 triliun dolar bagi warga yang terdampak corona. (Foto: ilustrasi).

Senat AS, Senin ini (23/3) dijadwalkan melakukan pemungutan suara mengenai paket bantuan ekonomi 1,8 triliun dolar, yang akan memberi uang bagi sebagian besar rakyat Amerika dan banyak bisnis yang terdampak parah oleh virus maut corona.

Legislasi itu tidak lolos di Senat pada hari Minggu (22/3). Tetapi pemimpin fraksi mayoritas di Senat, Mitch McConnell mengatakan, jika tidak tercapai kesepakatan dengan fraksi Demokrat yang menentang sebagian isi rancangan undang-undang tersebut, para legislator akan mengadakan pemungutan suara lagi pada hari Senin.

Paket bantuan itu bertujuan untuk meningkatkan ekonomi AS dengan mengirim langsung uang kepada lebih dari 90 persen rakyat Amerika dan banyak bisnis untuk membantu mereka mengatasi dampak langsung dan terus berkembang dari virus corona terhadap ekonomi.

Fraksi Demokrat menyatakan legislasi itu memberi terlalu banyak keuntungan bagi korporasi, dan mereka menginginkan lebih banyak dana federal untuk pusat-pusat kesehatan masyarakat, panti-panti jompo, masker, ventilator, peralatan pelindung pribadi dan bantuan untuk pemerintah negara bagian dan lokal untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Tidak lolosnya legislasi itu dalam pemungutan suara prosedural hari Minggu membuat para legislator melakukan perundingan tambahan, sementara pasar berjangka AS anjlok.

Wall Street bangkit dari pekan terburuknya sejak 2008 dan investor berharap pada Kongres dan paket bantuan ini untuk mengatasi kerugian.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi, Minggu (22/3) mengatakan fraksi Demokrat sedang menyelesaikan paket penyelamatan ekonomi versi mereka sendiri yang “mengakui besarnya tantangan akibat virus corona” dan “sangat berbeda” dengan legislasi yang didukung fraksi Republik di Senat. Kedua majelis di Kongres nantinya harus menyelaraskan proposal legislasi mereka.

Sementara itu pemimpin fraksi mayoritas di Senat Mitch McConnell mengecam fraksi Demokrat. “Jika kita tidak bertindak besok, ini mungkin disebabkan karena sejawat kita di sisi lain terus melakukan tawar menawar sewaktu negara mengharapkan kita untuk bersatu dan mengatasi masalah ini,” katanya.

Sejawatnya dari fraksi Demokrat, Senator Chuck Schumer, mengatakan masalah terkait legislasi itu dapat diatasi dan bahwa pembicaraan berlanjut, termasuk dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Kongres berharap dapat mengirim legislasi itu ke Trump pada pertengahan pekan ini, tetapi tidak jelas apakan kebuntuan dalam pembicaraan akan mempengaruhi jadwal tersebut.

Sementara para legislator berbicara, Senator Rand Paul dari Kentucky, dokter spesialis mata, mengumumkan bahwa ia terjangkit virus corona. Ia adalah senator pertama dan anggota ke-tiga Kongres yang dites positif mengidap virus itu.

Dua senator lainnya yang berhubungan dengan Paul - Mitt Romney dan Mike Lee, keduanya dari Utah mengumumkan mereka melakukan karantina diri sendiri. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG