Tautan-tautan Akses

Rusia Tantang Amerika Patuhi Perjanjian Senjata Nuklir


Menlu Rusia, Sergei Lavrov (foto: dok).

Rusia hari Senin (8/10) menantang klaim Amerika yang akan mematuhi kewajiban-kewajiban berdasarkan perjanjian senjata nuklir yang penting, pernyataan yang dapat memicu ketegangan baru antara Rusia dan Amerika.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan “tidak dapat mengukuhkan” data terbaru Departemen Luar Negeri Amerika yang mengindikasikan bahwa Amerika telah memenuhi ambang batas yang ditetapkan dalam perjanjian START Baru 2010. Perjanjian itu membatasi setiap negara untuk menempatkan tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir dan 700 rudal dan pembom.

Kementerian itu mengatakan Amerika telah menyingkirkan 56 rudal balistik antar-benua ICBM yang diluncurkan dari kapal selam Trident II dan 41 pembom strategis B-52H dari jumlah persenjataan nuklirnya setelah melengkapi piranti-piranti itu untuk membawa senjata konvensional.

Namun, Kemlu Rusia juga menambahkan bahwa Amerika tidak mengizinkan Rusia memverifikasi langkah-langkah tersebut, sesuai perjanjian itu; dan tidak mendaftarkan empat “missile silos” yaitu tempat penyimpanan dan peluncuran ICBM di bawah tanah, yang disiapkan untuk tujuan pelatihan. Sebuah langkah yang menurut Rusia tidak sesuai dengan perjanjian itu.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pelanggaran Amerika terhadap pembatasan yang ada dalam perjanjian itu “tidak dapat diterima,” dan menambahkan bahwa pihaknya berharap Amerika “menunjukkan pendekatan konstruktif untuk menyelesaikan masalah pelik itu.” (em)

Recommended

XS
SM
MD
LG