Tautan-tautan Akses

AS

Menhan AS Kecam Pelanggaran Pengawasan Senjata oleh Rusia


Menteri Pertahanan Amerika, Jim Mattis

Menteri Pertahanan Amerika Jim Mattis hari Kamis (4/10) mengatakan, pelanggaran perjanjian pengendalian senjata global oleh Rusia “tidak dapat dibenarkan” dan memperingatkan bahwa Amerika akan terpaksa menandingi kemampuan militer Moskow jika Rusia terus melanggar perjanjian tersebut.

Amerika bersikukuh rudal jelajah Rusia Novator 9M729 melanggar Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987, suatu perjanjian nuklir pada era Perang Dingin yang melarang rudal-rudal berdaya jelajah sedang yang mampu menyerang Eropa atau Alaska. Perjanjian itu melarang seluruh rudal berhulu ledak nuklir, rudal konvensional yang diluncurkan dari darat serta rudal jelajah berjarak menengah.

Mattis mengatakan kepada wartawan hari Kamis setelah pertemuan menteri-menteri pertahanan NATO di Brussels, Amerika sedang mengevaluasi opsi-opsi militer dan diplomatik karena Rusia terus melanggar perjanjian.

“Rusia harus kembali mematuhi INF atau Amerika akan perlu menandingi kemampuan Rusia untuk melindungi kepentingan-kepentingan Amerika dan NATO. Jangan keliru. Situasi sekarang ini di mana Rusia melanggar perjanjian ini, tidak dapat dibenarkan,” kata Mattis.

Duta Besar Amerika untuk NATO Kay Bailey Hutchinson mengatakan apabila Rusia tidak memenuhi perjanjian tersebut, Amerika akan menjajaki cara-cara untuk menyingkirkan sistem rudal jelajah Rusia. Ia kemudian mengatakan ia tidak bermaksud mengatakan bahwa Amerika akan melakukan serangan preventif terhadap Rusia, tetapi ingin menegaskan pentingnya bagi Moskow untuk mematuhi perjanjian tersebut.

Rusia terus menerus membantah melakukan pelanggaran semacam itu dan telah menegaskan bahwa Amerika menempatkan sistem pertahanan rudalnya dalam posisi yang melanggar INF.

Amerika awal tahun lalu menuduh Rusia mengerahkan sistem rudal jelajah.

Pernyataan Mattis dapat memperburuk hubungan Amerika-Rusia, yang memburuk ke titik terendah sejak berakhirnya Perang Dingin, karena dicaploknya Krimea oleh Rusia pada tahun 2014, berlanjutnya serangan bom Rusia di Suriah dan campur tangannya dalam pemilihan presiden Amerika tahun 2016. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG