Tautan-tautan Akses

AS

Rencana Anggaran Trump untuk Infrastruktur Sudah Ditunggu Lama


Salah satu jembatan di kota Pittsburgh, Pennsylvania (foto: ilustrasi).

Infrastruktur di Amerika banyak yang rusak. Presiden Donald Trump hari Senin (12/2) menyampaikan rencana bernilai 1,5 triliun dolar yang sudah ditunggu lama untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak itu, dan mengadakan pertemuan dengan pejabat-pejabat lokal dan negara bagian untuk membahasnya. Bagi masyarakat lokal, anggaran itu datang terlambat.

Bulan Desember 2015, bangunan bersejarah di kota Pittsburgh, Pennsylvania – yaitu Greenfield Bridge – ambruk. Jembatan itu kemudian menjadi salah satu dari ribuan proyek infrastruktur penting yang sedang diperbaiki di Amerika.

Proyek-proyek seperti memperbaiki jembatan berumur 95 tahun ini terlalu mahal bagi kebanyakan masyarakat lokal untuk dibiayai sendiri. Tanpa bantuan pemerintah federal dan negara bagian, proyek ini tidak akan bisa dilakukan.

Pejabat kota Pittsburgh, Guy Costa mengatakan, “Kami membutuhkannya. Semua orang membutuhkannya. Tidak saja yang ada di Pittsburgh dan Western Pennsylvania, tetapi juga orang di seluruh Amerika. Di sini banyak infrastruktur yang sudah tua dan. rusak. Jadi bantguan dana apapun akan merupakan hal yang sangat bagus.”

Pejabat kota Pittsburgh, Guy Costa menambahkan dana bantuan federal itu mencakup 80% perbaikan, 15% lainnya berasal dari negara bagian Pennsylvania dan sisanya 5% dari kota kota Pittsburgh. Ini berarti kota Pittsburgh hanya perlu menanggung satu juta dolar dari 19 juta dolar biaya pembangunan jembatan itu.

Presiden Trump dulu berkampanye bahwa ia akan meminta Kongres meloloskan anggaran bernilai satu triliun dolar untuk mendanai perbaikan infrastruktur yang sudah lama rusak.

Pejabat-pejabat lokal mengatakan hal ini sebetulnya sudah sangat terlambat. Walikota Pittsburgh Bill Peduto mengatakan, “Kita membangun semua infrastruktur ini, tapi kita sama sekali tidak melakukan apapun untuk menjaganya supaya tetap berfungsi baik. Tidak ada sama sekali.”

Pittsburgh pernah menjadi kota industri khusus untuk produksi baja. Tetapi seperti banyak kota tua lainnya, perluasan daerah perkotaan yang tidak terkendali – yang menghubungkan jantung kota Pittsburgh dengan daerah pinggiran kota – berarti lebih banyak anggaran yang dihabiskan untuk proyek-proyek baru, dan lebih sedikit yang disisihkan untuk mempertahankan bangunan yang lebih tua.

“Tidak berbeda dengan rumah kita. Atap mulai bocor, tapi kita terus mengabaikannya, hingga pada suatu hari kita harus mengganti seluruh atap rumah,” tambah Peduto.

Selain itu, proses birokrasi lebih lambat. Selanjutnya, Guy Costa mengatakan, “Banyak anggaran – sejak disetujui di Washington hingga sampai ke tingkat lokal – memakan waktu bertahun-tahun, dan kemudian dari sana kita harus menjalani proses perancangan bangunan selama empat tahun.”

Proyek infrastruktur ini akan berdampak pada hampir 20 ribu orang. Dan itu hanya satu jembatan, di kota berpenduduk 300 ribu orang. Bayangkan ini terjadi di seluruh Amerika. Kemajuan membawa ketidaknyamanan. Puluhan ribu orang yang menggunakan Greenfield Bridge, kini terpaksa melewati daerah pinggiran yang sebelumnya sepi.

Katie Lederman, warga di pinggiran kota itu mengatakan, “Kemacetan lalu lintas ini menimbulkan kekacauan dan gangguan, sehingga saya mempertimbangkan untuk menjual rumah saya. Ini buruk sekali!”

Nasib lebih dari 58 ribu jembatan rusak lainnya kini tergantung pada keberhasilan Presiden Trump meyakinkan Kongres untuk menjadikan janji kampanyenya menjadi kenyataan. [em/ii]

XS
SM
MD
LG