Tautan-tautan Akses

Anak Perempuan Yaman yang Tertahan di Afrika Kembali Bersama Keluarga di AS


Warga AS yang Muslim dan orang-orang Yaman berdemonstrasi di kota New York terhadap larangan imigrasi Presiden Donald Trump (2/2). (AP/Kathy Willens)
Warga AS yang Muslim dan orang-orang Yaman berdemonstrasi di kota New York terhadap larangan imigrasi Presiden Donald Trump (2/2). (AP/Kathy Willens)

Eman Ali dan ayahnya tertahan di Djibouti, Afrika Timur, karena kedua warga Yaman itu dilarang naik pesawat akibat larangan imigrasi Trump.

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang terdampar di sebuah negara Afrika setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah instruksi yang melarang sementara masuknya warga dari tujuh negara mayoritas Muslim, telah dipertemukan kembali dengan keluarganya di San Francisco.

Eman Ali dan ayahnya, Ahmed, tiba bersama hari Minggu (5/2) di bandar udara, disambut oleh kakak dan kerabat lainnya serta banyak wartawan. Dia lari untuk memeluk kakaknya, dan keduanya berpelukan dan menangis.

Eman dan ayahnya tertahan di Djibouti, Afrika Timur, sejak Senin, ketika pihak berwenang menolak mengizinkan Eman menaiki pesawat bersama ayahnya ke AS karena anak perempuan itu berasal dari Yaman.

Negara Timur Tengah itu adalah salah satu dari tujuh negara mayoritas Muslim yang termasuk dalam inpres Trump tersebut. Perintah tersebut dicabut oleh seorang hakim federal di Seattle hari Jumat.

Ayahnya mengatakan dia senang bisa pulang ke rumah dan berkumpul bersama seluruh keluarga dan menambahkan “ini perasaan yang paling indah.” [vm]

XS
SM
MD
LG