Tautan-tautan Akses

AS

Nasib Anak Pendatang Gelap di AS Belum Pasti


Seorang anak laki-laki digendong ayahnya yang merupakan imigran ilegal, di San Juan, Texas. (Foto: Dok)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengeluarkan tiga instruksi presiden yang mengatur imigrasi selama pekan lalu. Namun meski ketiga inpres itu berisi arahan, nasib sebuah kelompok imigran gelap masih tidak menentu.

Sedikitnya 750 ribu imigran gelap terlindung dari deportasi di bawah yang disebut Deferred Action for Childhood Arrivals Program (DACA) yang ditandatangani oleh pemerintahan sebelumnya. Mereka adalah imigran gelap yang dibawa ke Amerika ketika masih anak-anak yang umumnya dikenal sebagai “pemimpi”. Tapi DACA akan habis masa berlakunya dalam dua tahun dan setelah hari-hari bergejolak dimana ratusan pemegang visa ditolak masuk ke Amerika, para pendukung imigrasi khawatir program itu masih akan diperdebatkan.

“Pada saat ini, saya kira kita harus menganggap apa pun yang dikatakan Trump selama kampanye akan berusaha dipenuhinya karena sejauh ini itulah yang dilakukannya. Kita harus siap,” kata Alma Couvorthie, direktur senior komunitas yang mengelola CASA de Maryland.

Meskipun janji hari pertamanya adalah mengakhiri DACA, kepada majalah Time, Trump bulan Desember mengatakan setidaknya mengenai isu ini ia bersedia untuk “mencari penyelesaian”.

Tapi pasal dalam salah satu inpres imigrasinya mungkin mengatakan sebaliknya. Inpres Trump mengenai Meningkatkan Keamanan Publik di dalam Amerika mengatakan pemerintah tidak bisa “menegakkan sepenuhnya undang-undang imigrasi Amerika jika kita mengecualikan golongan atau kategori orang asing yang bisa dideportasi dari penegakan UU tersebut”. [my/al]

XS
SM
MD
LG