Tautan-tautan Akses

Realitas Maya Tingkatkan Cita Rasa Makanan


Dan Garrett dari Royal College of Art and Imperial College London, memperhatikan pengunjung yang sedang mencicipi makanan menggunakan teknologi Tasteworks, sebuah realitas maya yang bisa meningkatkan dan menstimulasi cita rasa. Alat ini dipamerkan dalam sebuah konferensi di Singapura, 10 Maret 2015. (Foto:dok).

Dengan perangkat headset, realitas maya bisa membawa pengguna memasuki dunia buatan yang sangat berbeda dari dunia nyata. Kini, teknologi dunia maya memberi industri makanan sentuhan baru yang bisa mengubah pengalaman kita menikmati makanan, serta membuat makanan lebih lezat dan lebih sehat.

Sejumlah orang berpartisipasi dalam sebuah jamuan yang dipadukan dengan dunia maya dalam London Food Tech Week. Mereka mencicipi hidangan sambil mengenakan perangkat headset.

Charles Spence, pakar yang memadukan ilmu gastronomi dan fisika, dari Universitas Oxford mengatakan, “Banyak yang terkejut ketika mengetahui bahwa suara yang mereka dengar, misalnya dari ponsel, bisa mengubah cita rasa makanan, seperti garam dan lada, " kata Charles Spence.

Spence mengatakan hal yang disebut “sonic-seasoning” atau “pembumbuan lewat suara” itu, serta menonton gambar makanan aneka warna dan mencium aroma, bisa menambah cita rasa makanan.

“Bahkan ada semakin banyak bukti dari laboratorium psikologi, dari para koki, seniman, komposer, untuk menunjukkan bahwa kita bisa menciptakan musik atau memilih musik yang bisa menonjolkan rasa manis, asin, masam, pahit, kental, dan pedas,” kata Spence menambahkan.

Dalam sebuah studi yang dilakukan Universitas Oxford, beberapa tahun lalu, para periset memperoleh temuan, makanan laut akan terasa lebih lezat apabila dimakan sambil mendengarkan suara ombak.

Untuk membuat pengalaman kuliner lebih nikmat juga bisa dilakukan dengan cara lain, misalnya dengan mendengarkan asal muasal bahan-bahannya.

Perusahaan koki selebriti, Jamie Oliver, telah menciptakan fitur chatting di Facebook. Para pelanggan bisa memilih sebuah emoji yang menggambarkan emosi, dan mendapatkan resep yang sesuai dengan perasaan tersebut.

Darren Goldsby, kepala bagian digital perusahaan Jamie Oliver, menjelaskan, “Kami menyadari bahwa orang-orang perlu konten resep secepatnya. Dan apabila resepnya lebih sederhana, lebih baik. Kami melihat dunia maya menawarkan masa depan yang menjanjikan. Kami selalu ingin membantu orang dalam melakukan hal yang mereka sukai.”

Fokus dari London Food Tech Week adalah mendorong inovasi dalam industri makanan.

“Makanan merupakan pasar stabil dalam pengembangan bisnis baru, dalam hal teknologi dan inovasi, tetapi dihadapkan kepada tantangan global serius. Tetapi kalau kita memanfaatkan teknologi, kita bisa mengubahnya menjadi lebih positif dari segi komersial, terukur dan berulangkali,” kata Nadia El Hadery, pendiri dan CEO Yfood, yang menyelenggarakan acara tersebut.

Ini adalah tahun ketiga Yfood menyelenggarakan acara ini. Para peserta pameran dan investor berharap teknologi-teknologi yang ditampilkan bisa membantu mentransformasi dan menentukan masa depan industri makanan. [vm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG