Tautan-tautan Akses

WNI dari Hubei akan Dikarantina di Natuna, Dinkes Kepri Siapkan Tenaga Kesehatan


Seratusan WNI di Wuhan bersiap untuk dijemput pulang pemerintah Indonesia.

Ratusan WNI bakal dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (1/2). Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan sejumlah mekanisme kesehatan termasuk penambahan tenaga medis.

Sebanyak 250 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, akan dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), mulai Sabtu ini (1/2). Sebelum kembali bersama keluarga masing-masing, ratusan WNI tersebut akan menjalani karantina terlebih dahulu selama 14 hari untuk memastikan mereka terbebas dari virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudayana mengatakan pihaknya menyiapkan tenaga medis cadangan bila nantinya dibutuhkan dalam mekanisme karantina ratusan WNI tersebut.

“Bukan berarti rumah sakit daerah tidak bersiap. Saya mendapatkan informasi dari Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan rumah sakit. Tentu selaku aparatur kesehatan ya kami siapkan. Semua sudah siap mulai dari sumber daya manusia dan peralatan. Kami siap jika dibutuhkan tenaga pendukung,” katanya saat dihubungi VOA, Sabtu siang (1/2).

Seratusan WNI di Wuhan bersiap untuk dijemput pulang pemerintah Indonesia.
Seratusan WNI di Wuhan bersiap untuk dijemput pulang pemerintah Indonesia.

Dinas Kesehatan Kepri juga telah menyiapkan mekanisme cegah tangkal di Bandara Hang Nadim, Batam, terhadap ratusan WNI yang dipulangkan dari Wuhan. Setibanya di Batam, kemudian mereka akan bertolak ke lokasi karantina di Natuna. Nantinya akan dilakukan observasi terhadap ratusan WNI tersebut selama masa karantina. Masyarakat di Natuna juga diminta tak perlu cemas terkait dengan dikarantinanya ratusan WNI di wilayah itu.

“Terpenting adalah hak warga negara untuk mendapatkan perlindungan. Ini yang terjadi ketika pemerintah menetapkan suatu wilayah tentu sudah dipertimbangkan berbagai upaya, bukan berarti yang datang ini orang sakit tapi sehat semua. Tapi berasal dari negara terjangkit, pemerintah menjamin tidak akan terjadi mekanisme rantai penularan di sana,” ujarnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan rumah sakit milik TNI di Natuna dipilih sebagai tempat karantina ratusan WNI yang dipulangkan dari Wuhan. Rumah sakit itu berada jauh dari permukiman penduduk dan dikelola oleh tiga angkatan yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

“Natuna adalah pangkalan militer yang memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola oleh tiga angkatan ada dokter dari TNI AD, AL, dan AU. Kemudian memiliki runway berdekatan dengan wilayah yang nantinya digunakan untuk isolasi sehingga nanti saudara-saudara kita yang datang langsung turun dari pesawat langsung masuk ke tempat penampungan mereka. Mampu menampung sampai dengan 300 orang dilengkapi seluruh kebutuhan mandi, cuci, kakus, termasuk dapur lapangan,” kata Hadi.

TNI memastikan tempat yang digunakan untuk mengarantina ratusan WNI dari Wuhan di Natuna telah memenuhi persyaratan untuk protokoler kesehatan. Sementara terkait dengan proses pemindahan ratusan WNI dari Wuhan menuju Indonesia. TNI akan terus melakukan pemantauan terhadap pesawat komersil milik Batik Air jenis Airbus A330 yang digunakan untuk mengangkut ratusan WNI tersebut.

Pemulangan WNI dari Wulan, China. (Foto: Courtesy/Kemenlu RI)
Pemulangan WNI dari Wulan, China. (Foto: Courtesy/Kemenlu RI)

“Dengan memberikan frekuensi militer yang diberikan operator kepada pilot. Dengan frekuensi tertentu kami bisa monitor apa yang sedang dilaksanakan dari udara dari China ke wilayah Indonesia. Kami pantau terus sampai pendaratan. Mudah-mudahan proses yang direncakan ini bisa berjalan dengan baik,” jelas Hadi.

Pemerintah China hari Sabtu (1/2) melaporkan sedikitnya 259 orang telah meninggal dunia akibat tertular virus baru, yang kini diketahui telah menulari hampir 11.800 orang. Amerika telah mengambil langkah drastis dengan melarang untuk sementara waktu masuknya warga asing yang dalam waktu 14 hari terakhir bepergian ke Tiongkok.

Warga Amerika yang kembali dari China akan diizinkan masuk tapi akan menghadapi pemeriksaan di beberapa pintu masuk yang sudah ditetapkan dan diharuskan melakukan pemantauan mandiri selama 14 hari untuk memastikan bahwa mereka tidak menimbulkan risiko kesehatan. Sementara warga Amerika yang kembali dari provinsi Hubei, yang merupakan pusat wabah mematikan itu harus dikarantina selama 14 hari.

Mulai hari Minggu (2/2), Amerika juga akan menyalurkan seluruh penerbangan dari China ke tujuh bandara utama, di mana para penumpangnya akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. [aa/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG