Tautan-tautan Akses

Raksasa Teknologi AS Palantir Berencana Gelar IPO 


Logo perusahaan peranti lunak Palantir Technologies tampak di Davos, Swiss, 22 Januari 2020. (Foto: Reuters)

Palantir Technologies, perusahaan rintisan di Silicon Valley, mengumumkan pada Senin (6/7) bahwa pihaknya sudah mengajukan kepada regulator bursa AS, Securities and Exchange Commission, untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Rencana IPO itu membuat Palantir menjadi salah satu perusahaan yang diminati dan diantisipasi untuk perusahaan teknologi sejak IPO Uber pada 2019.

Dalam putaran penggalangan dana yang terakhir digelar pada 2015, Palantir bernilai $20 miliar. Perusahaan itu adalah salah satu perusahaan teknologi swasta paling bernilai di AS. Kantor berita Reuters, Senin (6/7), melaporkan, menurut sumber pasar, saham Palantir telah diperdagangkan di pasar privat dengan nilai antara $10 miliar dan $12 miliar.

Meskipun sukses, tidak banyak yang diketahui mengenai perusahaan yang berbasis di California ini, yang didirikan pada 2003 oleh bankir investasi Peter Thiel dan termasuk eksekutif saat ini Alex Karp.

Palantir meraih reputasi karena mengelola keamanan data dalam jumlah besar untuk pelanggan sektor swasta dan publik.

Pelanggan seperti itu sering mencakup bagian dari pemerintah AS dan perusahaan pertahanan swasta. Lebih jauh, In-Q-Tel, cabang investasi Central Intelligence Agency, sebelumnya memberikan dana modal ventura.

Baru-baru ini, Palantir telah bekerja sama dengan berbagai negara, serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan dan Penjaga Pantai A.S., untuk mengkoordinasikan tanggapan virus corona.

Palantir sejauh ini menolak seruan untuk melantai di bursa karena sifat kerahasian kontrak-kontraknya. Peraturan AS mewajibkan perusahaan terbuka untuk mematuhi standar transparansi tertentu - fakta yang dianggap oleh perusahaan sebagai penghalang bagi model bisnis mereka. [my/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG