Tautan-tautan Akses

Jokowi Instruksikan BEI Bersihkan Pasar Modal dari Manipulator Saham


Presiden Jokow Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani beserta para pemangku kepentingan Bursa Efek Indonesia (BEI) Menekan tombol pembukaan perdagangan saham di hari pertama di 2020 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. (Foto: Biro Setpres)

Presiden Joko Widodo membuka hari pertama perdagangan bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam kesempatan tersebut Jokowi meminta otoritas bursa melakukan aksi bersih-bersih di 2020 agar investor semakin terlindungi

Perdagangan bursa saham di hari pertama tahun 2020, berada di zona hijau. Resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pukul 09.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik 13,63 poin atau 0,19 persen menjadi 6.311,57.

Dalam kesempatan tersebut , Jokowi mengingatkan kepada otoritas bursa tentang pentingnya perlindungan kepada para investor di pasar modal Indonesia. Maka dari itu, menurutnya 2020 ini, harus dijadikan momentum bagi Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemangku kepentingan untuk membersihkan bursa saham di Tanah Air dari para manipulator saham yang merugikan.

Pasar modal Indonesia, kata Jokowi, harus bersih, berintegritas dan berani agar kepercayaan investor tetap tinggi dan kinerja saham tetap terjaga dengan baik. Karena itu, ia berharap otoritas bursa dapat menciptakan transaksi yang benar-benar transparan, terpercaya dan valid untuk membangun sebuah ekosistem dan atmosfer yang baik.

"Jangan sampai ada lagi dari 100 digoreng-goreng, jadi 1.000. Goreng-goreng jadi 4.000. Ini menyangkut kepercayaan yang akan kita bangun. Praktik goreng-gorengan saham yang menimbulkan korban dan kerugian tidak boleh ada lagi,” ujar Jokowi pada pembukaan perdagangan saham, di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (2/1).

Jokowi menegaskan praktik-praktik manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus pada fraud dan tindakan kriminal harus ditindak tegas.

Presiden Jokow Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani beserta para pemangku kepentingan Bursa Efek Indonesia (BEI) saat membuka perdagangan saham di hari pertama di 2020 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. (Foto: Biro Setpres)
Presiden Jokow Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani beserta para pemangku kepentingan Bursa Efek Indonesia (BEI) saat membuka perdagangan saham di hari pertama di 2020 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. (Foto: Biro Setpres)

Mantan gubernur DKI Jakarta ini juga cukup bangga dengan prestasi BEI yang bisa menempatkan pasar obligasi dan pasar saham Indonesia menjadi yang terbaik di antara negara emerging market lainnya. Bahkan di pasar modal dunia di tengah ketidakpastian perekonomian global. Ia menekankan hal tersebut harus dijaga agar keadaan tetap stabil dan kepercayaan investor juga tetap terjaga.

"Kita patut bersyukur Indonesia tercatat dan diakui dunia sebagai most preferred emerging market di tahun 2020. Mengalahkan China, India, Bazil dan negara-negara yang pertumbuhannya diakui dunia. Karena itu saya tekankan semua pihak kita semuanya harus menjaga kepercayaan ini. Trust harus kita perjuangkan. Harus kita kembalikan kepada pasar modal Indonesia," tegas Jokowi.

Capaian Pasar Modal Indonesia

Dalam kesempatan yang sama Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan berbagai pencapaian di pasar modal Indonesia, seperti peningkatan jumlah investor, peningkatan signifikan penghimpunan dana, serta jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), menandakan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih tinggi. Bahkan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bloomberg terhadap 57 investor dan para pedagang atau trader dunia, menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat tertinggi dari tujuan investasi.

Jokowi Instruksikan BEI Bersihkan Pasar Modal dari Manipulator Saham
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:16 0:00

"Dan ini juga yang paling menjanjikan dibandingkan negara-negara emerging market lainnya. Khususnya investasi di pasar saham dan surat utang. Ini dalam sejarah kita bisa mengalahkan China dan India. Dan ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Wimboh.

Dia menambahkan capaian itu adalah hasil kerja keras dan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, Bank Indonesia dan para pelaku pasar modal.

Meski demikian, imbuhnya, Indonesia harus tetap waspada karena belum terjadinya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China, serta pelaksanaan Brexit yang masih juga belum jelas.

Di sisi lain, ia juga berterima kasih kepada Kementerian Keuangan yang telah memberlakukan kebijakan berupa insentif pajak, yaitu penetapan kupon bunga obligasi produk reksa dana menjadi lima persen sampai dengan 2020.

Wimboh pun mengapresiasi rencana insentif pemerintah yaitu pengurangan PPh Badan untuk perusahaan yang baru terdaftar di bursa serta rencana penghapusan PPh atas dividen dari dalam negeri dan luar negeri.

"Kondisi ini akan memberikan semangat kepada pelaku usaha untuk raising fund di pasar modal,” ujarnya.

Untuk menjaga atmosfer yang baik di dunia pasar modal Indonesia, OJK akan menerapkan berbagai kebijakan. Antara lain, pertama, mendorong tata kelola (governance) dengan cara meningkatkan standar di pasar perdagangan, dan transparansi laporan keuangan melalui audit lembaga atau auditor yang kredibel.

Kedua, meningkatkan peran pasar modal dari berbagai proyek pembiayaan, terutama pembiayaan yang jadi prioritas pemerintah.

Ketiga, pihaknya ingin menarik para pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan para investor retail untuk masuk di pasar modal, dan menggunakan platform digital.

"Proses transaksi sekarang sudah mulai dengan digital bahkan pemesanan sudah mulai digital, dan bahkan kita akan memperluas basis investor ini ke seluruh daerah-daerah. Dengan berbagai inisiatif ini diharapkan bisa mendorong dan meningkatkan integritas pasar kita," ujar Wimboh. [gi/ft]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG