Tautan-tautan Akses

Raja Swedia Melawat ke Indonesia Awal Pekan Depan

  • Fathiyah Wardah

Ratu Silvia dan Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, akan berkunjung ke Indonesia awal pekan depan (foto: ilustrasi).

Raja Swedia Carl XVI Gustaf didampingi Ratu Silvia dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 21-25 Mei 2017. Ini merupakan lawatan resmi pertama kepala negara Swedia itu ke Indonesia sejak kedua negara membina hubungan diplomatik selama 65 tahun.

Dalam jumpa pers mingguan di kantornya, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Witjaksono Adji mengatakan ada beberapa menteri dan pengusaha yang akan menyertai lawatan pertama Raja Swedia Carl XVI Gustaf pekan depan. Antara lain Menteri Luar Negeri Margot Wallström, beberapa pejabat urusan perempuan, anak, dan keseteraan gender, dan sekitar 60 pengusaha ternama – termasuk pengusaha yang disegani Marcus Wallenberg.

Selain melakukan pertemuan bilateral di Istana Bogor, Raja Swedia itu juga akan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, mengunjungi CIFOR (Pusat Riset Kehutanan Internasional) di Bogor, Kota Tua Jakarta dan menghadiri pertemuan “Forum Bisnis Indonesia-Swedia”. Raja Carl Gustaf juga akan ke Institut Teknologi Bandung ITB, makan siang dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil dan mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika.

"Fokus kunjungannya itu kalau bisa kita sebutkan yaitu investasi, perdagangan, energi, riset, dan teknologi. Kita harapkan di dalam kunjungan ini akan ada hasil, yang sedang kita negosiasikan. Mungkin di antaranya perjanjian bebas visa, dibidang ekonomi kreatif, dan beberapa hal lain masih digodok," ungkap Witjaksono.

Dari kiri: Duta Besar Indonesia untuk Swedia Bagas Hapsor, juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir, dan Direktur Eropa II Kemlu Witjaksono Adji (kanan) dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Kamis (18/5). (VOA/Fathiyah)
Dari kiri: Duta Besar Indonesia untuk Swedia Bagas Hapsor, juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir, dan Direktur Eropa II Kemlu Witjaksono Adji (kanan) dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Kamis (18/5). (VOA/Fathiyah)

Duta Besar Indonesia untuk Swedia Bagas Hapsoro mengatakan sejak beberapa tahun terakhir ada sejumlah perjanjian yang telah ditandatangani, sementara saling kunjung pejabat kedua negara terus berlangsung. Selama beberapa dekade ini – ujar Bagas – Swedia telah menjadi pusat inovasi. Beragam aplikasi dan teknologi telah dihasilkan negara skandiavia itu, seperti Bluetooth, Skype, dan Sportify. Oleh karena itu kunjungan kali ini sedianya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kerjasama dengan Swedia, terutama di bidang teknologi dan aplikasi.

Ada beberapa perjanjian yang akan ditandatangani oleh otorita berwenang kedua negara yaitu “Letter of Intent” bisnis start-up dan ekonomi kreatif yang diyakini akan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Raja Swedia Carl XVI Gustaf ini mempunyai suatu ketertarikan pribadi, yaitu masalah lingkungan hidup, khususnya masalah kehutanan dan terumbu karang. Ini satu hal di Indonesia dan masyarakat internasional menjadi perhatian besar. Beliau ingin sekali bisa bekerja sama, tidak hanya dengan institusi-institusi terkait tetapi dengan Bapak Presiden sebagai alumnus Fakultas Kehutanan dan pionir industri perkayuan," ujar Bagas​.

Di sela-sela lawatan itu, Ratu Silvia akan membuka seminar mengenai perlindungan terhadap wanita dan anak-anak. [fw/em]

XS
SM
MD
LG