Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Trump Tarik Amerika Serikat dari Kemitraan TPP


Presiden Amerika Serikat Donald Trump, didampingi CEO General Motors Mary Barra (kiri) dan CEO Fiat Chrysler Sergio Marchionne (kanan), dalam pertemuan dengan CEO industri otomotif AS di Gedung Putih, Washington, 24 Januari 2017. (REUTERS / Kevin Lamarque).

Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat dari Kemitraan Trans Pasifik (TPP), Senin (23/1) yang didukung 12 negara pada hari pertama dia bekerja penuh di Gedung Putih.

Tindakan Presiden Donald Trump ini untuk menepati janji utama kampanyenya. Trump selama ini sudah mengecam TPP dan perdagangan multinasional lainnya, dengan alasan orang Amerika kehilangan pekerjaan karena para pengusaha memindahkan operasi mereka ke luar negeri untuk mencari tenaga kerja yang lebih murah.

"Kita akan melakukan perdagangan tetapi kita akan melakukannya dengan masing-masing negara. Dan jika ada yang bertingkah, kita akan mengirim surat peringatan penghentian, 30 hari dan mereka harus meluruskan itu, atau kita pergi. Tak satu pun dari perjanjian ini mencegah kita keluar jika menjadi merugikan. Jadi kita akan memiliki banyak perjanjian perdagangan. Tapi TPP itu bukan cara yang benar," kata Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Bahkan sebelum mengumumkan pencalonan dirinya satu setengah tahun lalu, Trump sudah mengatakan, "Kemitraan Trans Pasifik merupakan serangan terhadap bisnis Amerika. Ini tidak menghentikan manipulasi mata uang China. Ini adalah kesepakatan yang buruk."

Perjanjian tersebut akan memangkas lebih dari 18.000 tarif, termasuk untuk semua barang yang diproduksi AS dan hampir semua produk pertanian Amerika. Kesepakatan itu berusaha mengakhiri eksploitasi buruh anak dan menetapkan kondisi kerja yang dapat diterima bagi buruh harian dengan upah minimum, keselamatan dan kesehatan kerja.

TPP sedianya akan menjadi kesepakatan perdagangan regional yang terbesar dalam sejarah, yang meliputi hampir 40 persen perekonomian dunia dan sekitar sepertiga perdagangan dunia.

Kesepakatan itu dinegosiasikan di bawah mantan Presiden Barack Obama, yang mengatakan penting bahwa Amerika Serikat, dan bukan China, yang menulis aturan-aturan ekonomi global. Tapi banyak anggota parlemen AS yang gigih menentang atau skeptis terhadap kesepakatan itu.

Trump mengatakan dia tidak menentang perjanjian perdagangan, tetapi ingin ketentuan-ketentuan yang lebih menguntungkan bagi Amerika Serikat dan para pekerjanya.

Pemimpin Amerika itu mengatakan dia juga ingin merumuskan kembali perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko dan Kanada (NAFTA) yang dimulai pada tahun 1994.

Pada upacara pelantikan penasihat utama Gedung Putih hari Minggu, Trump mengatakan dia akan membahas NAFTA, imigrasi dan keamanan perbatasan ketika bertemu dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto pada 31 Januari. Gedung Putih mengatakan dia juga berencana untuk segera bertemu dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Trump, seperti kepala-kepala eksekutif Partai Republik sebelumnya, juga menandatangani perintah yang kembali melarang penyediaan dana pemerintah bagi kelompok internasional yang melakukan aborsi atau memberikan informasi tentang prosedur tersebut.

Selain itu, Trump memenuhi janji kampanyenya dengan membekukan perekrutan pengawai negeri sipil di lembaga federal, karena cara itu katanya akan mengurangi biaya pemerintah dan mengendalikan pemekaran pemerintah. Mempekerjakan militer diperbolehkan.

Dia juga bertemu dengan sekelompok pemimpin bisnis, dan mengatakan kepada mereka dia akan merampingkan peraturan secara "besar-besaran" serta mengurangi pajak.

Trump memperingatkan para eksekutif itu untuk tidak memindahkan operasi mereka ke negara-negara lain, dan mengatakan mereka akan menghadapi tarif besar jika mereka memproduksi barang di tempat lain dan kemudian berusaha membawanya kembali melintasi perbatasan untuk dijual di Amerika Serikat.

Di antara mereka yang hadir dalam pertemuan itu adalah pemimpin Dow Chemical, SpaceX, perusahaan komputasi Dell, perusahaan farmasi Johnson & Johnson dan perusahaan kedirgantaraan raksasa Lockheed Martin.

Presiden meminta para pemimpin bisnis itu agar dalam waktu 30 hari membuat daftar cara-cara untuk meningkatkan manufaktur, sektor penting perekonomian terbesar di dunia ini, tapi telah tertinggal dalam pemulihan sejak Amerika mengalami resesi yang parah pada tahun 2008 dan 2009. [as/lt]

XS
SM
MD
LG